Jepang Bidik Piala Dunia 2046: Harapan Tuan Rumah dan Ambisi Juara
Eko Krisyanto | 25 Juli 2025, 10:17 WIB

AKURAT.CO Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) sedang mempersiapkan langkah ambisius untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2046, sebuah upaya yang berpotensi menjadi bagian dari tawaran bersama (joint bid) dengan negara-negara Asia lainnya.
Jika tawaran ini berhasil, ini akan menjadi kali pertama Jepang kembali menghelat turnamen sepak bola akbar tersebut sejak mereka menjadi tuan rumah bersama dengan Korea Selatan pada tahun 2002.
Kembali ke Panggung Dunia mengukir Sejarah
Bagi Jepang, kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia bukan hanya sekadar prestise, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat infrastruktur olahraga dan mempromosikan budaya sepak bola di negara tersebut.
Pengalaman sukses pada tahun 2002 memberikan modal berharga bagi JFA untuk mengajukan diri kembali. Mereka berencana untuk menyelenggarakan Piala Dunia keduanya pada tahun 2050, sebuah target jangka panjang yang menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan sepak bola.
Lebih dari sekadar menjadi tuan rumah, JFA juga memiliki tujuan besar untuk memenangkan turnamen tersebut untuk pertama kalinya. Ini adalah ambisi yang sejalan dengan peningkatan kualitas sepak bola Jepang di kancah internasional, baik di level Asia maupun Dunia.
Tren Tuan Rumah Bersama Realitas Baru Piala Dunia
Dunia sepak bola telah melihat perubahan signifikan dalam format Piala Dunia. Penyelenggaraan acara mega-event semacam ini oleh satu negara kini menjadi semakin tidak realistis, terutama dengan ekspansi jumlah peserta.
Piala Dunia 2026 misalnya, akan menjadi contoh pertama dari format tuan rumah bersama lintas negara, diselenggarakan oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Tren ini berlanjut dengan Piala Dunia 2030 yang akan diadakan di tiga benua berbeda: Eropa, Afrika, dan Amerika Selatan.
Faktor-faktor ini membuat tawaran bersama menjadi pilihan yang paling masuk akal bagi Jepang. Mengingat kebijakan rotasi benua FIFA untuk acara olahraga besar, dan dengan Arab Saudi yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034, jendela kesempatan bagi Asia berikutnya adalah pada tahun 2046.
Seorang pejabat JFA menyatakan bahwa acara 2046 adalah pilihan paling realistis untuk mengajukan tawaran dalam menunjukkan perencanaan strategis yang matang dari pihak JFA.
Dampak dan Harapan ke Depan
Jika Jepang berhasil dalam tawaran ini, dampaknya akan sangat besar. Tidak hanya akan meningkatkan pariwisata dan ekonomi, tetapi juga akan memberikan dorongan moral yang signifikan bagi seluruh komunitas sepak bola di Jepang. Ini adalah langkah maju yang ambisius namun terukur, mencerminkan visi JFA untuk sepak bola Jepang di masa depan.
Bayu Aji Pamungkas (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









