Sejarah Persib Bandung: Dari BIVB 1919 hingga Menjadi Ikon Jawa Barat

AKURAT.CO Persib Bandung bukan sekadar klub sepak bola—ia adalah warisan, identitas, dan kebanggaan masyarakat Jawa Barat.
Julukan Maung Bandung tak diberikan tanpa alasan. Ia mencerminkan semangat tak kenal lelah, kegigihan yang mengakar, dan cinta mendalam para pemain, pelatih, dan suporter terhadap lambang biru di dada.
Musim 2023/2024 menjadi bukti nyata: Persib bukan hanya hidup dalam sejarah, tapi juga terus menulis babak baru yang membanggakan.
Persib bermula dari klub bernama Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB), yang berdiri pada 5 Januari 1919—di tengah riuhnya pergerakan kebangsaan.
Nama “Persib Bandung” resmi digunakan sejak 18 Maret 1934, dan sejak itu, klub ini tak pernah berhenti menjadi bagian dari denyut nadi rakyat Pasundan.
Di era Perserikatan, Maung Bandung mencetak prestasi gemilang dengan gelar juara pada 1937, 1961, 1986, 1990, dan 1994.
Baca Juga: Sejarah Persija Jakarta: Lebih dari Sekadar Klub, Ini Wajah Semangat Ibu Kota
Saat sepak bola Indonesia memasuki era profesional, Persib langsung menunjukkan taring dengan menjuarai Liga Indonesia 1994/1995 dan kembali naik takhta pada musim 2013/2014.
Liga 1 2023/2024: Satu Dekade Penantian yang Terbayar Tuntas
Setelah 10 tahun haus gelar, Persib Bandung akhirnya kembali mengaum sebagai juara Liga 1 musim 2023/2024.
Jalan menuju tangga juara bukan tanpa tantangan, tapi Maung menunjukkan mental juara di setiap laga krusial.
-
Leg Pertama Final (26 Mei 2024)
Stadion Si Jalak Harupat bergemuruh saat Persib menghajar lawannya dengan skor 3-0. Gol Ciro Alves dan brace dari David da Silva menjadi pesta yang disambut haru oleh ribuan Bobotoh.
-
Leg Kedua Final (31 Mei 2024)
Bermain tandang di Bangkalan, Persib tak kehilangan taji. Skor 3-1 kembali dikunci lewat gol David da Silva, Marc Klok, dan Beckham Putra. Tangis bahagia pun pecah—Maung Bandung resmi kembali ke singgasana!
Bobotoh: Nyawa di Balik Setiap Kemenangan
Tak ada Persib tanpa Bobotoh. Mereka adalah denyut kehidupan, suara di balik teriakan semangat, dan lautan biru yang menjadi tembok kepercayaan.
Stadion Si Jalak Harupat bukan hanya kandang, tapi rumah tempat emosi dikumpulkan dan gairah dibakar.
Tak hanya hadir di laga kandang, Bobotoh dikenal sebagai suporter militan yang rela menempuh ribuan kilometer demi mendukung Persib di tanah lawan. Dukungan mereka adalah bensin bagi mesin Maung—tak pernah padam, tak pernah surut.
Adapun, kemenangan Persib Bandung musim ini bukan cuma soal angka dan gelar.
Ini tentang pembuktian bahwa warisan tak pernah mati, bahwa cinta terhadap lambang dan sejarah bisa membakar semangat untuk kembali bangkit.
Maung Bandung telah mengaum kembali—dan semua tahu, jika Persib sedang di puncak performa, langit sepak bola Indonesia akan berubah menjadi biru.
Laporan: Dwi Arya Rahmansyah Ramadhan/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










