Akurat

Sejarah Persija Jakarta: Lebih dari Sekadar Klub, Ini Wajah Semangat Ibu Kota

Eko Krisyanto | 11 Juli 2025, 23:15 WIB
Sejarah Persija Jakarta: Lebih dari Sekadar Klub, Ini Wajah Semangat Ibu Kota

AKURAT.CO Persija Jakarta bukan hanya klub sepak bola—ia adalah denyut nadi, simbol perlawanan, dan semangat tak tergoyahkan warga Ibu Kota.

Julukan Macan Kemayoran bukan sekadar nama, melainkan cerminan karakter: kuat, pantang menyerah, dan selalu siap menerkam lawan di lapangan hijau.

Semua bermula pada 28 November 1928, saat klub ini didirikan dengan nama Voetballbond Indonesia Jacatra (VIJ) oleh Soeri dan Alie—dua tokoh yang ingin mewadahi semangat nasionalisme lewat sepak bola di masa penjajahan Belanda.

Tak butuh waktu lama, VIJ ikut mendirikan PSSI pada 19 April 1930 bersama klub-klub lain, menjadikan sepak bola sebagai bagian dari perjuangan bangsa.

Sebelum Indonesia merdeka, VIJ sudah menorehkan tinta emas dengan menjadi juara pada 1931, 1933, 1934, dan 1938. Pasca-kemerdekaan, namanya berubah menjadi Persija, dan gelar demi gelar kembali diraih: 1954, 1964, 1973, 1975, dan 1979.

Tahun 2001 menjadi titik awal era profesional saat Persija menjuarai Divisi Utama.

Kemudian pada 2018, Persija menahbiskan diri sebagai juara Liga 1 Indonesia, membawa euforia luar biasa bagi warga Jakarta.

Persija tak hanya berjaya di dalam negeri. Beberapa prestasi internasional yang patut dikenang antara lain:

Baca Juga: Rekomendasi Nama Bayi Perempuan: Cantik, Bermakna, dan Penuh Harapan

  • Juara Piala Quoc Khan, Vietnam (1973)

  • Juara Brunei Invitation Cup (2000 & 2001)

  • Juara Boost SportsFix Super Cup, Malaysia (2018)

Keikutsertaan Persija di berbagai ajang luar negeri menunjukkan ambisi besar mereka untuk bersaing di panggung Asia dan membanggakan Indonesia.

The Jakmania: Nyawa Kedua Persija

Tak ada Persija tanpa The Jakmania. Berdiri sejak 19 Desember 1997, suporter fanatik ini telah menjadi kekuatan moral yang tak ternilai.

Dari koreografi megah, yel-yel menggema tanpa henti, hingga loyalitas yang tak luntur meski diterpa badai kekalahan—Jakmania adalah pemain ke-12 yang selalu hadir, baik di stadion maupun di hati tim.

Kebersamaan mereka dengan klub bukan hubungan fans dan tim semata, melainkan cinta sejati yang dibangun lewat air mata, peluh, dan kemenangan bersama.

Dengan warisan sejarah yang kaya dan dukungan fans militan, Persija Jakarta menatap masa depan dengan penuh optimisme.

Pembinaan usia muda melalui akademi yang terus dikembangkan menjadi fondasi kuat untuk masa depan.

Target? Tak hanya mempertahankan eksistensi di papan atas Liga 1, tapi juga kembali mengangkat trofi demi trofi, dan mengukir nama di pentas Asia.

Baca Juga: Revisi KUHAP Digodok, Komisi III DPR Soroti Poin Krusial: Hak Tersangka hingga Wewenang Penyidik

Namun lebih dari itu, Persija adalah inspirasi. Bagi para bocah di gang-gang sempit Jakarta, bagi anak muda yang menggenggam mimpi lewat bola, dan bagi bangsa yang ingin melihat sepak bola sebagai pemersatu.

Karena sejatinya, Persija bukan hanya soal menang—tapi tentang perjuangan, jati diri, dan cinta yang tak lekang waktu.

 

Laporan: Dwi Arya Rahmansyah Ramadhan/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.