AKURAT.CO, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, akhirnya angkat bicara terkait kekosongan posisi Direktur Teknik (Dirtek) di tubuh federasi.
Erick Thohir menegaskan bahwa proses pencarian sosok yang tepat untuk mengisi jabatan strategis tersebut masih terus berjalan dan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.
“Ya, posisi Direktur Teknik masih terus kita cari. Sabar,” ujar Erick kepada awak media saat ditemui di kawasan Jakarta, Selasa (29/4).
Baca Juga: Ingin Indonesia seperti Uzbekistan, Erick Thohir Bakal Gerak Cepat Cari Dirtek PSSI
Kursi Direktur Teknik PSSI memang telah lama kosong setelah ditinggalkan oleh Indra Sjafri. Sebelumnya, Indra menjabat sebagai Dirtek sebelum akhirnya dipercaya menangani Timnas Indonesia U-23 pada 2023.
Hingga saat ini, PSSI belum menunjuk pengganti resmi untuk menempati jabatan tersebut meski sejumlah nama sempat mencuat ke permukaan.
Sebagai langkah sementara, PSSI diketahui menggandeng Jordi Cruyff sebagai penasihat teknis.
Kehadiran putra legenda sepakbola Belanda, Johan Cruyff, itu sempat memantik harapan adanya pembaruan dalam arah pengembangan sepak bola nasional.
Namun demikian, peran Jordi lebih bersifat konsultatif bukan sebagai pejabat struktural tetap di dalam organisasi federasi.
Kekosongan posisi Dirtek PSSI menjadi perhatian banyak pihak mengingat jabatan ini memiliki tanggung jawab besar dalam pembinaan dan pengembangan sepakbola nasional.
Baca Juga: Ditugaskan Rekrut Dirtek PSSI, Ini Kriteria yang Diterapkan Jordi Cruyff
Dirtek bertugas menyusun strategi jangka panjang, merancang kurikulum pelatihan, serta memastikan filosofi permainan Timnas Indonesia dapat berjalan secara konsisten di semua level usia—mulai dari U-17, U-20, U-23, hingga tim senior.
Erick menyadari pentingnya posisi tersebut dan menegaskan bahwa penunjukan calon Dirtek akan dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Menurutnya, PSSI tidak ingin gegabah dalam memilih figur yang tidak hanya memahami sepakbola secara teknis, tetapi juga mampu menyelaraskan visi dan misi federasi dalam membangun prestasi jangka panjang.
“Ini soal masa depan sepakbola kita. Kita ingin Direktur Teknik yang punya kapabilitas dan visi yang sejalan dengan arah pengembangan sepak bola Indonesia,” kata Erick.
Dengan agenda penting seperti Kualifikasi Piala Dunia, SEA Games, dan Piala Asia di depan mata, keberadaan Direktur Teknik menjadi krusial agar proses pembinaan berjalan optimal dan berkelanjutan.