Bagaimana Tifo Garuda Raksasa di Laga Indonesia vs Bahrain Bisa Berdiri di GBK?

AKURAT.CO, Tifo raksasa di tribun selatan Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, tak ayal memberikan nuansa yang intens sejak awal laga Timnas Indonesia kontra Bahrain di gelanggang nasional tersebut.
Dipelopori oleh salah satu kelompok suporter Timnas Indonesia, La Grande Indonesia, tifo setinggi lebih dari 20 meter itu ditegakkan tepat ketika pemain masuk ke lapangan sebelum sepakmula pada laga Selasa (25/3) malam itu.
Menjadi dramatis karena selain corak gambar burung Garuda yang provokatif, juga tertera slogan penyemangat dengan warna merah putih bertuliskan “Show Your Dignity” yang dalam Bahasa Indonesia bisa berarti “Tunjukkan Wibawamu”.
Baca Juga: Indonesia vs Bahrain: Menang Tipis Lewat Gol Ole Romeny, Garuda Jaga Peluang ke Piala Dunia
Sambutan tifo raksasa tersebut tidak saja ditujukan untuk menggetarkan nyali pemain Bahrain namun juga memberikan pengalaman pertama untuk Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, yang melakukan debut mendampingi timnya di GBK.
Antara menyebut bahwa tifo raksasa itu dikerjakan oleh perusahaan desain Sultan Desain dan seniman Nabil Muhdor. Pendiri Sultan Desain, Febru Danar Surya, mengatakan bahwa pengerjaan tifo tersebut memakan waktu cukup panjang.
Menurut Febru, pembicaraan dengan La Grande Indonesia bermula pada 7 Januari. Pembuatan sketsa sampai 24 Januari dan dibutuhkan 23 hari untuk merevisi gambar sebelum akhirnya difinalkan untuk dibentangkan di stadion.
Baca Juga: Patrick Kluivert Puas Timnas Indonesia Kalahkan Bahrain, tapi Sayangkan Cuma Cetak Satu Gol
Febru menjelaskan bahwa simbol gunung sebagai latar belakang diambil dari Puncak Cartenz Gunung Jayawijaya, Papua. Ini menyimbolkan bahwa Timnas Indonesia ingin meraih puncak tertinggi.
Kemudian ada corak batik dengan gaya dari Sabang sampai Merauke di kedua sayap Garuda. Ini dimaksudkan bahwa Timnas Indonesia terdiri dari banyak aspek, termasuk masyarakat yang mendukung di belakangnya.
Kemudian ada angka 45 di dada Garuda sebagai penanda kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Lalu ornamen bulan biru sebagai ungkapan untuk mencapai sejarah yang belum pernah ada.
“Karena tema kita mengenai puncak, maka bulan biru itu yang berada di posisi tertinggi juga menggambarkan filosofofi mengenai sesuatu hal yang jarang terjadi atau bersejarah,” ucap Febru.
Alhasil, pembukaan pertandingan yang dramatis dengan tifo raksasa buatan Sultan Desain akhirnya diselesaikan dengan sempurna oleh pemain di lapangan. Timnas Indonesia menang 1-0 atas Bahrain dan masih berpeluang lolos ke Piala Dunia 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









