Marak Pemecatan, Ange Postecoglou Sebut Pekerjaan Pelatih Lebih Berat dari Perdana Menteri

AKURAT.CO, Menjelang laga timnya menghadapi Manchester United (MU), Pelatih Tottenham Hotspur, Ange Postecoglou, memberikan gambaran yang "berat" soal pekerjaannya.
Ya, Ange Postecoglou menyebut bahwa menjadi pelatih tim di Liga Primer Inggris adalah salah satu pekerjaan tersulit di dunia. Bahkan, katanya, lebih sulit ketimbang menjadi perdana menteri.
"Pekerjaan ini sekarang adalah pekerjaan terberat di kehidupan manapun," ucap Ange Postecoglou sebagaimana dipetik dari The Guardian.
Baca Juga: Ange Postecoglou: Saya Tidak Punya Jaminan Soal Masa Depan Harry Kane
"Anda bisa bilang politik tetapi ini lebih berat ketimbang pekerjaan apapun. Masa jabatan dan keawetan posisi ini bermakna sangat sedikit yang bisa lolos tanpa sebarang luka.
"Berapa kali (Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer) menjalani pemilihan? Saya menjalaninya setiap akhir pekan. Kami punya pemilihan setiap akhir pekan dan apakah (kami) dipilih atau dikeluarkan (dari klub)."
Tema ini disampaikan pelatih asal Australia itu menyusul tren pemecatan pelatih di Liga Primer Inggris dalam sebulan terakhir.
Baca Juga: Piala Liga Inggris: MU dan Liverpool ke Perempat Final, Man City Dihentikan Tottenham
Di antaranya Erik Ten Hag yang dipecat dari MU, Gary O'Neil dari Wolverhampton Wanderers, dan Russell Martin yang diberhentikan dari Southampton pada 15 Desember silam.
Terkhusus soal Russell Martin yang dipecat setelah Southampton dikalahkan Tottenham 0-5, akhir pekan lalu, Postecoglou keberatan dengan cara publik memperlakukan sang pelatih.
"Kita sudah kehilangan seluruh bentuk respek dalam masyarakat kita di mana orang-orang di pekerjaan masing-masing dan memasang nama siapa yang akan menggantikan mereka (pelatih) sementara mereka masih bekerja," kata Postecoglou.
Adapun Postecoglou akan memimpin Tottenham menghadapi MU di kandang untuk perempat final Piala Liga Inggris 2024-2025.
The Lilywhites akan menjamu MU di Stadion Tottenham Hotspur pada Kamis (19/12) atau Jumat dini hari WIB.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









