Persija memiliki 17 hari untuk memperbaiki diri dalam menatap laga selanjutnya, yakni versus PSIS Semarang pada 17 Oktober.
“Kami akan terus berkembang dan memperbaiki diri. Perjalanan ini tidak mudah," kata Carlos Pena sebagaimana dipetik dari situs resmi Persija Jakarta, Selasa (1/10).
Baca Juga: Carlos Pena tak Puas Persija Jakarta Imbang Lawan PSM Makassar, 'Sentil' Bernardo Tavares
"Kami terus mencoba lebih semangat, lebih percaya diri, dan kerja lebih keras selama jeda kompetisi.
“Para pemain harus lebih memperlihatkan komitmen dan tanggung jawab di lapangan. Kami berharap meraih kemenangan setelah masa jeda ini."
Memang September bisa disebut bukan bulan yang ceria bagi Persija Jakarta.
Bagaimana tidak? Persija Jakarta tidak meraih satu kemenangan pun dalam empat laga di bulan ini.
Persija Jakarta kalah 1-3 dari PSBS Biak di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar pada 12 September dan 0-2 dari Persib di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung pada 23 September.
Hasil imbang 0-0 didapat kala menjamu Dewa United di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, 16 September dan 1-1 menghadapi PSM Makassar di Stadion Sultan Agung, Bantul pada 29 September.
Hasil ini membuat Carlos Pena sangat gusar. Ia menganggap semua hasil buruk itu seharusnya bisa dihindari oleh Persija Jakarta.
Padahal saat awal Liga 1 2024-2025 Persija Jakarta memulai kompetisi dengan baik. Di mana Rizky Ridho dan kolega meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang.
Baca Juga: Maciej Gajos Anggap Persija Jakarta Belum Cukup, Mesti Kerja Lebih Keras di Liga 1
Yakni menang 3-0 atas Barito Putera di laga pembuka. Lalu imbang 0-0 saat bertandang ke markas Persita Tangerang dan menang 2-1 saat menjamu Persis Solo.
“Ini tidak mudah. Liga ini tidak mudah untuk semua tim, termasuk Persija. Empat pertandingan kami terakhir memiliki perbedaan situasi," kata Carlos Pena dalam situs resmi Persija Jakarta.
"Kami bermain kandang di GBK, kemudian kami bermain kandang tanpa dukungan suporter (vs PSM)."
Pelatih asal Spanyol ini menilai sejatinya di empat laga terakhir anak asuhnya bisa meraih kemenangan.
Namun, kata Pena, anak asuhnya kerap membuang-buang peluang dan akurasi penyelesaian akhir juga menjadi kendala.
“Saya pikir, sejatinya di empat pertandingan terakhir kami bisa menang jika kami memiliki akurasi finishing yang lebih baik.
"Kami terlalu banyak menyia-nyiakan peluang di depan gawang lawan. Ini harus segera diperbaiki."