Australia Panggil Matthew Baker, PSSI Pastikan Sang Pemain Tetap Bersama Garuda

AKURAT.CO, Pemain Timnas Indonesia U-16, Mathew Baker, memastikan dirinya tetap memilih membela Timnas Indonesia U-16.
Penegasan ini disampaikan Matthew Baker karena ia juga mendapatkan panggilan untuk memperkuat Timnas Australia U-17.
Nama Mathew Baker memang masuk dalam daftar pemain yang dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Australia U-17. Ia tergabung dalam 24 pemain yang dipanggil oleh Pelatih Australia U-17, Brad Maloney.
Baca Juga: Manajer Timnas Indonesia U-16 Kembali Tegaskan tidak Ada Praktik Pemain Titipan
Kabar ini cukup membuat heboh jagad maya. Sebab penampilan Mathewa Baker sendiri cukup berkesan saat dirinya membela Timnas Indonesia U-16 di ajang ASEAN Championship U-16 2024 lalu.
PSSI mencoba untuk tetap tenang soal pemanggilan Mathew Barker oleh Timnas Australia U-17. Federasi sepakbola Indonesia itu bahkan memastikan Mathew Barker akan tetap setia membela skuad Garuda Muda.
Bahkan PSSI sendiri memasukkan nama Mathew Barker dalam surat pemanggilan pemusatan latihan Timnas Indonesia U-17 yang akan berlangsung pada 11 Agustus hingga 1 September di Bali.
Baca Juga: Nova Arianto Berencana Gelar Pemusatan Latihan Timnas Indonesia U-16 di Luar Negeri
Sementara 1 September hingga 15 September pemusatan latihan tahap kedua akan dilakukan di Jakarta.
“Kami mengundang Mathew Ryan Baker untuk bergabung dengan Timnas Indonesia U-17 dalam pemusatan latihan. Kami berharap beliau bergabung pada tanggal 11 Agustus 2024 di Bali," tulis PSSI dalam surat pemanggilan resmi untuk Mathew Baker.
Sementara itu anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, menegaskan bahwa Mathew Barker bakal setia bersama Timnas Indonesia.
"Dia akan tetap bergabung di TC kita tanggal 1 di Bali, sesuai dengan undangan kita. Jadi tadi pssi sudah berbicara dengan keluarganya, mereka berkomitmen tetap bersama kita," ujar Arya dalam keterangan resminya Rabu (31/7/24).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









