Akurat

Bergesernya Timnas Spanyol dari Era Barcelona-Madrid ke Duo Basque Sociedad-Bilbao

Badri | 15 Juli 2024, 18:33 WIB
Bergesernya Timnas Spanyol dari Era Barcelona-Madrid ke Duo Basque Sociedad-Bilbao

AKURAT.CO,Somos Los Reyes De Europa” atau “Kamilah Raja Eropa” adalah tajuk halaman muka salah satu surat kabar olahraga paling bergengsi di Spanyol, Marca, untuk memulai kisah tentang kesuksesan tim nasionalnya sebagai juara Piala Eropa 2024.

Tajuk tersebut memiliki signifikansi yang tepat sebagai sebuah pernyataan karena Spanyol pada dasarnya bukanlah kekuatan lama dalam jajaran raksasa-raksasa Eropa yang dihuni oleh negara-negara seperti Jerman, Italia, Inggris, juga Belanda.

Pun meski mereka meraih gelar Piala Eropa pertama pada 1964 semasa menjadi tuan rumah, gelar itu tak membuat Spanyol dipandang sebagai salah satu kekuatan klasik di sepakbola Eropa.

Baca Juga: Piala Eropa: Williams dan Oyarzabal Jebol Gawang Inggris, Spanyol Rebut Gelar Juara Keempat!

Kesan itu berubah ketika datang generasi emas 2008-2012 diawali dengan gelar Piala Eropa kedua pada 2008. Tim yang sama kemudian merebut Piala Dunia 2010 sebagai trofi pertama dan mencetak hat-trick dengan meraih Piala Eropa 2012.

Kemudian masa surut datang di mana Spanyol tak mendapatkan gelar selama lebih dari satu dekade dan mereka seakan-akan kembali ke anggapan tim medioker di Eropa.

Sampai akhirnya kelas 2024 meraih gelar Piala Eropa keempat dengan mengalahkan Inggris di Berlin, semalam.

Itu berarti 16 tahun terakhir sejak 2008 Spanyol adalah tim tersukses dengan tiga gelar Piala Eropa dan satu trofi Piala Dunia. Mereka mengubah konstelasi di Eropa dalam 15 tahun dan kini mereka adalah rajanya Benua Biru.

Lepasnya Dominasi Barcelona-Madrid

“De La Fuente mengenal semua pemain ini dari sejak akademi dan mereka tumbuh sebagai satu tim,” kata eks pemain Tim Nasional Spanyol yang turut dalam tim juara Piala Eropa 2012, Juan Mata, sebagaimana dipetik BBC.

Yang dinyatakan Juan Mata adalah satu hal. Hal lain adalah Luis De La Fuente yang memulai karier kepelatihan tim nasional untuk Spanyol U-19 pada 2013 berhasil melepaskan bayang-bayang tim 2008-2012 ke tim 2024.

Masa surut pasca 2012 tak lain terjadi karena gaya permainan Spanyol yang khas tidak serta-merta bisa diteruskan dengan pemain generasi baru dan tren permainan yang berkembang sepanjang waktu berjalan.

Baca Juga: Pelatih De La Fuente Klaim Spanyol Masih Memiliki Banyak Potensi Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

Spanyol 2008-2012 sangat ditentukan oleh dua klub raksasa mereka, Barcelona dan Real Madrid, yang menyumbang sebagian besar pemain di era itu. Juga di era itu pula Barcelona dan Madrid berada di puncak dunia sebagai tim terbaik.

Dan Spanyol juara Piala Eropa 2024 lebih beragam karena sumbangan pemain tidak datang dari dua klub itu saja. Di final melawan Inggris, misalnya, Luis De La Fuente menurunkan pemain dari sepuluh klub berbeda.

Lebih detil lagi, sebagian besar pemain di tim 2024 justru datang dari wilayah Basque dengan dua klub terbaiknya: Athletic Bilbao dan Real Sociedad. Juga beberapa pemain dari klub lain yang pernah bermain atau datang dari akademi kedua klub itu.

Mereka yang datang atau masih bermain di Basque di antaranya adalah Robin Le Normand, Unai Simon, Martin Zubimendi, Nico Williams, Mikel Oyarzabal, Mikel Merino, Aymeric Laporte, dan Daniel Vivian.

Real Sociedad menjadi penyumbang terbanyak di tim Spanyol tahun ini dengan lima pemain, diikuti Barcelona dengan empat pemain, Athletic Bilbao tiga pemain, dan sisanya datang dari klub-klub berbeda di Eropa sampai gurun Arab.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H