Spanyol dan Argentina ke Final, Lionel Messi dan Lamine Yamal Bangkitkan Kejayaan La Masia?

AKURAT.CO, Fakta bahwa Spanyol dan Argentina lolos ke final Piala Eropa dan Piala Amerika tahun ini membuka kembali pembicaraan mengenai sekolah sepakbola yang termahsyur di Katalunya: La Masia.
Tak lain karena pemain paling menonjol dalam perjalanan Spanyol dan Argentina ke puncak Piala Eropa dan Piala Amerika adalah alumni La Masia. Di antaranya adalah Lionel Messi, Lamine Yamal, Dani Olmo, dan Marc Cucurella.
Yang cukup menjadi pembicaraan adalah jarak generasi antara pemain-pemain tersebut yang menunjukkan bahwa La Masia seakan bangkit setelah tidur panjang pasca generasi emas di era 2008-2012.
Baca Juga: Viral Foto Lama Lionel Messi Gendong Bayi Lamine Yamal, Ini Kisahnya
Lionel Messi dan Lamine Yamal, misalnya, berjarak 20 tahun secara usia. Bahkan foto lama dari 2007 untuk kegiatan amal Unicef menunjukkan potret Messi yang masih berusia 20 tahun sedang menggendong Lamine Yamal yang baru berusia beberapa bulan.
Sebagai akademi milik Barcelona, La Masia sendiri mencapai puncaknya dengan generasi yang memperkuat klub tersebut pada dekade 2009-2012. Dalam kaitannya dengan Tim Nasional Spanyol, La Masia menjadi tulang punggung yang membawa La Furia Roja menjuarai Piala Eropa 2008 dan 2012 serta Piala Dunia 2010.
Pun demikian, La Masia surut di Barcelona dan juga Timnas Spanyol pasca 2012. Akademi tersebut tetap memproduksi pemain namun prestasinya tak terlalu menonjol seiring dengan menurunnya penampilan Barcelona dan Spanyol.
Munculnya Lamine Yamal–terutama dengan gol melengkung yang dicetaknya ke gawang Prancis di semifinal Piala Eropa–seakan memutus ketandusan tersebut. Ditambah lagi dengan Dani Olmo yang sudah mencetak tiga gol untuk Spanyol di Euro tahun ini.
Tak hanya di Spanyol, di Belanda juga ada Xavi Simons yang membantu tim nasionalnya lolos ke final Piala Eropa. Simons menjadi pemain penting dengan mencetak satu gol ke gawang Inggris di semifinal meski Belanda kalah dengan skor 1-2.
Baca Juga: Piala Eropa: Comeback Tumbangkan Prancis, Spanyol ke Final Berkat Aksi Yamal dan Olmo
Yang membedakan generasi La Masia 2008-2012 yang digawangi Messi, Andres Iniesta, dan Xavi Hernandez dengan generasi saat ini adalah pemain-pemain generasi terkini tidak berpusat di Barcelona.
Hanya Yamal dan Pedri yang mendapatkan kesempatan masih berseragam Blaugrana. Olmo, misalnya, tak sempat mencicipi tim utama Barcelona karena dilepas ke Dinamo Zagreb sejak 17 tahun.
Juga Xavi Simons yang langsung pergi ke Paris Saint-Germain pada usia 16 tahun setelah bermain di tim junior Barcelona sampai 2019.
Adapun Cururella hanya bermain di Barcelona B pada 2016-2018 dan tak mendapatkan menit bermain di tim utama sampai 2020. Ia dipinjamkan ke klub medioker seperti Eibar, Getafe, sebelum mencuri perhatian di Brighton & Hove Albion pada 2021-2022 dan akhirnya kini berseragam Chelsea.
Tak pelak, jika Argentina dan Spanyol menjuarai Copa America dan Euro maka bisa dikatakan La Masia telah kembali. Bukan tidak mungkin juga Ballon D’Or akan jatuh ke salah satu pemainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









