Kata Shin Tae-yong Soal Wacana Liga 1 Bakal Pakai 8 Pemain Asing

AKURAT.CO Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong angkat suara mengenai wacana roda kompetisi Liga 1 yang bakal menggunakan 8 pemain asing untuk musim 2024-2025.
Terkait wacana ini, Shin Tae-yong mendukung akan regulasi tersebut. Bagi pelatih asal Korea Selatan ini, meski semakin banyak pemain asing, tidak akan memengaruhi peluang pemain lokal bisa bersaing membela Timnas Indonesia.
“Untuk pemain asing yang menjadi delapan di Liga 1 nanti, itu memang sudah tren dari AFC memang seperti itu dan di Asia juga seperti itu,” ucap Shin Tae-yong di Jakarta.
“Jadi memang mau tidak mau kita hrus menerima regulasi tersebut,” jelas dia.
Baca Juga: Pelatih Persik: Penambahan Pemain Asing Tingkatkan Kualitas Liga 1
Namun meski begitu di balik penerapan regulasi pemain asing yang bertambah, bagi Shin Tae-yong ada hal yang lebih penting dilakukan oleh sepak bola Indonesia.
Di mana pembinaan usia dini harus berjalan dengan baik demi regenerasi yang baik di tubuh Timnas Indonesia nantinya.
“Hal yang penting pembinaan usia dini, itu yang penting dan harus diperkuat agar pemain lokal tak kalah saing dengan pemain asing, dan juga pemain lainnya." Tegas pelatih 53 tahun ini.
Shin Tae-yong sendiri terdekat memiliki tugas membawa Timnas Indonesia tanding di lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia grup F. Di mana skuat Garuda bakal menjamu Irak dan Filipina.
Timnas Indonesia terlebih dahulu menjamu Irak pada 6 Juni dilanjutkan menjamu Filipina pada 11 Juni mendatang.
Kedua laga ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Baca Juga: Shin Tae-yong Pastikan Jay Idzes Absen Bela Timnas Indonesia Lawan Irak
Saat ini, Timnas Indonesia menduduki posisi kedua Grup F dengan 7 poin dari 4 laga, selisih 5 angka dari pemuncak klasemen Irak.
Lalu unggul 4 angka dari Vietnam di posisi ketiga. Sedangkan Filipina di juru kunci dengan satu poin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









