Akurat

PSSI Jateng Bakal Usut dan Sanksi Tegas Kericuhan Liga Tarkam yang Libatkan Pemain Liga 1

Endarti | 3 Juni 2024, 13:51 WIB
PSSI Jateng Bakal Usut dan Sanksi Tegas Kericuhan Liga Tarkam yang Libatkan Pemain Liga 1
 
 
AKURAT.CO, Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah, Yoyok Sukawi, menyesalkan kericuhan yang terjadi di pertandingan Final Turnamen Tarkam Bener Bersatu Cup 2024 Piala Bupati Kab Semarang.
 
Di mana di laga Putra Bakti FC Patemon Kab Semarang menghadapi Ar Raffi FC Ampel Boyolali di Lapangan Pule Tugu Bener, Kec Tengaran Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (2/6/24), berujung ricuh dan diwarnai insiden kekerasan.
 
Pertandingan yang seharusnya menjadi hiburan daya tarik penonton malah berakhir dengan pengeroyokan terhadap perangkat pertandingan. 
 
 
Yoyok Sukawi menginstruksikan ke Komite Disiplin PSSI Jateng untuk menginvestigasi dan mengusut kasus tersebut. 
 
“Kita Asprov akan perintahkan Komdis Asprov untuk investigasi turnamen tersebut," buka Yoyok Sukawi dalam keterangan resminya.
 
Yoyok menegaskan bahwa dirinya bakal memanggil semua pihak yang terkait. Bahkan bila terbukti melakukan tindakan anarkis, Asprov PSSI Jateng akan bertindak tegas.
 
"Kami akan panggil panitia turnamen, pemain yang terlibat dan perangkat pertandingan dan akan hukum semua pelaku yang terbukti anarkis serta terbukti melakukan tindakan mencederai fair play baik perangkat maupun klub maupun pemainya," kata Yoyok Sukawi.
 
"PSSI Jateng akan bertindak tegas supaya ada efek jera serta kejadian yang tidak sportif seperti itu tidak terulang di sepakbola Jawa Tengah."
 
 
Yang lebih disayangkan, pada pertandingan ini juga terlihat beberapa pemain profesional. Di antaranya mantan pemain nasional yakni Bayu Pradana.
 
Lemudian pemain-pemain profesional seperti Wahyu Prasetyo, Joko Ribowo, Bagus Kaffa, Bagus Kaffi, Sonny Setiawan, serta Heru Setyawan.
 
Kericuhan terjadi pada pengujung pertandingan, wasit memberi penalti kepada Ar Rafi FC yang memicu protes keras dari pemain PS Putra Bakti dan penonton. 
 
Akibat kejadian itu langkah-langkah yang diambil oleh panitia setelah kejadian tersebut akan mengundang kedua tim untuk dilakukan musyawarah yang intinya tidak ada juara.
 
Namun diputuskan juara bersama yang bermain pada saat final tersebut dengan hadiah uang pembinaan akan dibagi dua, yaitu sepuluh juta untuk Arrafi dan sepuluh juta untuk PS putra bakti.
 
Namun untuk piala bergilir tidak akan diberikan oleh kedua tim yang bermain di final.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
H