Akurat

Setelah Kalah dari Guinea, NOC Kecam Perlakuan Rasis Netizen Indonesia

Leo Farhan | 12 Mei 2024, 16:30 WIB
Setelah Kalah dari Guinea, NOC Kecam Perlakuan Rasis Netizen Indonesia

AKURAT.CO Komite Olimpiade (NOC) Indonesia mengecam keras tindakan rasis yang dilakukan netizen Indonesia di platform media sosial.

Hal itu terjadi setelah Timnas Indonesia U-23 takluk 0-1 atas Guinea di playoff Olimpiade 2024 Paris.

"Tapi kalau kita masih ada rasis dan diskriminasi, olahraga kita tidak akan pernah naik level. Mental ini yang harus dibenahi," kata Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, dalam keterangannya, Minggu (12/5/2024).

Masyarakat Indonesia diharapkan bisa menjunjung tinggi nilai-nilai olympism supaya bisa menaikkan level olahraga Indonesia di mata dunia.

Baca Juga: Gagal Masuk Olimpiade 2024, Timnas Indonesia U-23 Tetap Diguyur Bonus

Merujuk kepada Piagam Olimpiade (Olympic Charter), NOC Indonesia perlu menegaskan sikap sebagai sebuah bangsa yang besar bahwa tak boleh ada diskriminasi dalam olahraga.

Menurut Okto, dalam nilai-nilai Olimpiade jelas disebutkan yang namanya excellent, friendship dan respect. Nilai-nilai itulah yang harus bisa dijaga.

"Indonesia harus punya suara untuk no racism, no discriminations and keep sports as neutral zone," katanya.

"Sikap NOC Indonesia jelas sebagai penjaga dan menjunjung tinggi Olympic Charter atau Piagam Olimpiade, maka kami menegaskan tidak ada diskriminasi dalam aktivitas olahraga," jelas Okto.

Okto berharap hal tersebut tidak mengerdilkan Indonesia di pergaulan olahraga dunia karena melakukan diskriminasi di olahraga, terutama kepada atlet.

Baca Juga: Exco PSSI Puji Perkembangan Timnas Indonesia U-23 di Era Sepakbola Modern

"Olahraga adalah aktivitas independen yang mengedepankan sportivitas, respek dan persahabatan," tambahnya.

Okto menegaskan bahwa Piagam Olimpiade menjamin atlet yang berkompetisi tidak boleh mendapatkan diskriminasi dalam bentuk apapun.

"Melalui kegiatan olahraga, kita harus menunjukkan kedewasaan kita dalam menempatkan diri di kancah dunia," jelasnya.

"Apalagi, kita membidik atau menargetkan untuk dapat menjadi tuan rumah Olimpiade pada 2036 nanti," katanya.

Seharusnya perjuangan luar biasa yang dilakukan Timnas Indonesia U-23 sejauh ini bisa dijadikan momentum agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah berbagai ajang kejuaraan dunia bergengsi.

Sementara itu, Okto juga meminta doa terbaik untuk Tim Indonesia yang masih berjuang lolos ke Paris 2024.

Saat ini masih ada cabor rowing, panjat tebing, judo, atletik dan renang yang masih melakoni babak kualifikasi Olimpiade 2024 Paris.

Sejauh ini, sudah ada 20 atlet dari Sembilan cabang olahraga yang berhasil meraih tiket ke Olimpiade Paris 2024.

Mereka adalah Fathur Gustafian dari menembak, Rifda Irfanaluthfi dari senam, Rio Waida dari surfing, Rahmad Adi Mulyono dan Desak Made Rita Kusuma Dewi dari sports climbing.

Diikuti Eko Yuli Irawan (61 kg) dan Rizky Juniansyah (73 kg) dari angkat besi, Memo dari rowing, Bernard van Aert dari disiplin track balap sepeda serta Arif Dwi Pangestu dan Diananda Choirunisa dari panahan.

Terbaru, BWF (Badminton World Federation) juga telah mengeluarkan pernyataan terkait atlet yang lolos kualifikasi pada Jumat (10/5/2024).

Indonesia diwakili sembilan atlet yakni Jonatan Christie dan Anthony Sinisuk Ginting di tunggal putra, Gregoria Mariska Tunjung di tunggal putri, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di ganda putra, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti di ganda putri dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari di ganda campuran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
W
Editor
Wahyu SK