Akurat

Statistik Irak vs Indonesia: Meski Kuasai Bola, Garuda Muda Main Kurang 'Having Fun'

Badri | 3 Mei 2024, 07:05 WIB
Statistik Irak vs Indonesia: Meski Kuasai Bola, Garuda Muda Main Kurang 'Having Fun'

AKURAT.CO, Apa boleh buat? Nasib Timnas Indonesia U-23 di Piala Asia U-23 2024 selesai di tangan Irak di laga perebutan tempat ketiga. Namun,kali ini cukup menjanjikan jika melihat statistik Irak vs Indonesia untuk pertarungan semalam.

Fakta menyebutkan bahwa Irak menang dengan skor 2-1 atas Indonesia dan berhak ke Olimpiade Paris 2024 dengan status pemenang posisi ketiga. Namun, dalam beberapa aspek, catatan statistik Irak vs Indonesia menunjukkan keunggulan Garuda Muda

Yang cukup menarik perhatian adalah penguasaan bola. Dalam stastik Irak vs Indonesia pada laga yang digelar di Stadion Abdullah Bin Khalifa, Doha, Qatar, Kamis (2/5), itu, skuad asuhan Shin Tae-yong memiliki 52 persen penguasaan bola.

Baca Juga: Irak vs Indonesia: Antiklimaks Lagi, Garuda Muda Kalah 1-2 'Kena Comeback' Singa Babilonia

Melepaskan total 528 umpan, Indonesia mencatatkan akurasi umpan 82 persen. Adapun Irak mencetak 81 persen dengan total melakukan 480 umpan.

Namun, Irak lebih efektif karena punya 22 tembakan dengan tujuh tepat sasaran ditambah dengan enam sepak pojok. Adapun Indonesia melakukan 17 tembakan dengan tiga tepat sasaran plus lima sepak pojok.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa Timnas Indonesia U-23 generasi terbaru sudah berada di level Asia dan semoga juga sinyal meningkatnya kualitas sepakbola ASEAN secara keseluruhan.

Persoalan untuk “pendatang baru” di level Asia U-23 adalah transisi ke intensitas pertandingan yang lebih tinggi. Garuda Muda sudah merasakan naiknya intensitas sejak mereka menyingkirkan Korea Selatan lewat adu penalti di delapan besar.

Pada saat yang sama, tantangan barunya adalah menerjemahkan catatan statistik tersebut ke dalam kemenangan yang konsisten di lapangan. Dan konsistensi ini yang menjadi soal bagi “underdog ber-passion besar” seperti Indonesia.

Baca Juga: Irak vs Indonesia: Jenner dan Tahseen Cetak Gol, Babak Pertama Selesai Sama Kuat 1-1

Sejak kemenangan melawan Korea Selatan, ada penurunan level permainan Garuda Muda. Terlihat ketika menghadapi Uzbekistan di semifinal dan terakhir melawan Irak di perebutan tempat ketiga.

Melawan Irak, yang minus dari para pemain Timnas Indonesia U-23 adalah keberanian ketika bertarung satu lawan satu. Cukup sering aliran bola putus ketika build-up tinggal memasuki sepertiga akhir permainan lawan karena kalah duel.

Yang lain adalah, karena passion-nya besar, maka rasanya tidak sulit bagi suporter Indonesia untuk merasakan beratnya pertarungan melawan Irak semalam bagi pemain-pemain lokal.

Dengan kata lain, ada perbedaan penampilan yang cukup terlihat antara pemain naturalisasi didikan Belanda dengan pemain yang tumbuh dan bermain di Indonesia pada laga tersebut.

Positif-negatif, pemain naturalisasi menunjukkan perannya dengan gol Ivar Jenner di menit ke-19 dan kesalahan Justin Hubner yang salah mengantisipasi umpan berdampak gol kedua Irak yang dicetak oleh Ali Jasim di menit ke-96.

Praktis hanya Marselino Ferdinan pemain lokal yang bisa tampil nyaris stabil sepanjang laga.

Masih ada satu jalan lagi untuk ke Olimpiade Paris, yakni play-off melawan wakil Afrika, Guinea, di Paris, Prancis, 9 Mei mendatang.  

PR besar pemain lokal adalah berusaha bermain lebih having fun karena ekspektasi suporter memang tidak ringan untuk dijawab. Pemain naturalisasi akan tetap seperti sedia kala dengan standarnya meski terkadang bisa juga melakukan kesalahan.

Indonesia sudah berada di standar baru! Mudah-mudahan tidak set back! Selamat Datang!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H