PT LIB Respons Protes Radja Nainggolan Perihal Kartu Merah Pemain Persebaya

AKURAT.CO Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) Asep Saputra mengungkapkan perihal protes yang dilakukan oleh pemain Bhayangkara FC, Radja Nainggolan.
Radja Nainggolan memang melontarkan protes terhadap PT Liga Indoensia Baru selaku operator kompetisi Liga 1 2023-2024. Mantan pemain AS Roma ini protes terkait peraturan kartu merah di Liga 1.
Baca Juga: Kelelahan, Radja Nainggolan Dipastikan Absen Debut Bersama Bhayangkara di Parepare Malam Ini
Baru-baru ini Radja Nainggolan mengeluhkan perihal kartu merah dalam laga Persebaya Surabaya melawan Bhayangkara FC. Dalam laga tersebut, wasit memberikan kartu merah untuk pemain Persebaya Surabaya dan juga Bhayangkara FC.
Pemain Persebaya Surabaya, Reva Adi Utama mendapatkan kartu merah. Sementara, dari Bhayangkara FC ada Sani Rizky Fauzi.
Satu hal yang dikeluhkan oleh Radja Nainggolan adalah Reva Adi Utama yang mendapat kartu merah masih berada di bench pemain, dan tidak meninggalkan area lapangan pertandingan.
Melalui akun Instagram pribadinya, pemain asal Belgia ini melontarkan kritik. Sebab bagi dia, sejak kapan pemain yang sudah mendapat kartu merah bisa kembali ke lapangan.
“Sejak kapan Anda dapat kartu merah dan bisa kembali ke lapangan? Belum pernah menyaksikan hal ini sebelumnya," keluh Radja Nainggolan.
Terkait hal ini, PT LIB melalui Direktur Oprasional Asep Saputra angkat suara mengenai protes dari Radja Nainggolan.
Asep menilai hal yang dilakukan oleh Reva Adi adalah suatu hal yang spontan. Setidaknya Asep akan melakukan pengecekan terlebih dahulu.
“Kalau salah siapa? Secara spontan terjadi saat itu, saya juga tidak ada di tempat. Itu bagian dari protokol penyelenggara pertandingan, ketika ada pemain mendapat kartu merah apakah ke ruang ganti atau bagaimana. Hal-hal seperti itu sering luput juga," ucap Asep.
"Ke LIB pun jawabannya bisa berbeda-beda. Itu sudah terjadi dan kami ambil pelajaran. Bisa jadi, ada ketidaktahuan atau kesengajaan, tapi harus dicek dulu," tambah Asep.
Baca Juga: Suporter Kini Bisa Beli Merchandise Liga 1 dengan LIB Fans Corner dan Super Apps
Meski begitu Asep menilai apa yang dilakukan oleh Radja Nainggolan menjadi pelajaran untuk PT LIB selaku operator. Hal ini menjadi pekerjaan besar untuk PT LIB dalam menjalankan roda kompetisi.
“Kita bicara visi ke depan beberapa hal yang besar dan hangat di publik. Hal-hal seperti ini kalau tidak di-up sama Radja mungkin kita juga tidak ngeh.”
“Jadi sekali lagi, Radja Nainggolan pernah tampil di semua level. Mungkin terlihat aneh buat dia dan bagi kami juga harus menyosialisasikan semua hal," ucap Asep.
"Hal seperti ini kalau teman-teman teliti, di aspek ini juga ada edukasi law of the game dan lain-lain. Melihat pola itu, memang LIB dalam kapasitasnya ingin meng-encourage semua klub karena ini harus dicari tahu dulu jawabannya.”
“Bisa jadi pemain tidak tahu atau wasitnya terlewat. Kita bukan bicara detail atau lalai, ini yang jadi PR besar kita juga. Nanti di club licensing ada kaitan tentang edukasi ini” tukas Asep.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








