Ada Nuansa Suporter di Jersey Anyar Timnas Indonesia, Erick Thohir Rahasiakan Kombinasi Warnanya

AKURAT.CO, Timnas Indonesia bakal memiliki jersey baru pada Maret 2024. PSSI telah mencapai kesepakatan dengan Espro sebagai brand apparel lokal untuk jersey Timnas Indonesia.
PSSI memang sudah menjalin kesepakatan dengan Erigo yang mengajukan brand Espro untuk brand apparel Timnas Indonesia ke depan.
Erick Thohir juga menjelaskan bagaimana semua proses bidding atribut Timnas Indonesia dilakukan. Proses bidding dilakukan terhadap 20 brand yang melakukan penawaran. Namun memang Erick lebih mengedepankan brand lokal.
Baca Juga: Dorong Brand Lokal, PSSI Gandeng Erspo sebagai Jersey Resmi Timnas Indonesia
“Saya selalu menghargai peran Nike yang sudah beberapa belas tahun bersama Timnas kita, Mills juga saya ucapkan terimakasih,” ucap Erick Thohir.
"Kemarin memang kita dorong untuk semua brand bisa masuk, tetapi memang saya sangat mengharapkan ada brand lokal berkolaborasi dan ini prosesnya sangat transparan.
“Kita kasih pengumuman, masuk seleksi 20 yang berminat, tapi yang terbaik tentu dari Erigo yang hari ini meluncurkan produk baru Erspo. Semoga dengan tadi peluncuran, nanti di bulan Maret (digunakan Timnas Indonesia)."
Erick mengaku sudah memiliki bayangan untuk desain jersey Timnas Indonesia. Dalam hal ini, kata Erick, nantinya akan ada nuansa suporter Timnas Indonesia.
Baca Juga: Erick Thohir Puas Hasil Timnas Indonesia Jungkalkan Vietnam, Bonus Mengalir Deras
“Tadi sudah disampaikan Saudara Sadad (Founder Erigo) nanti ada ada dua jersey home and away dan di akhir tahun akan ada jersey ketiga,” kata Erick Thohir.
“Yang pasti warnanya ada putih, ada merahnya. Nanti kalau tiba-tiba pakai kuning, nanti disangka bukan tim Indonesia. Mengenai kombinasi warnanya seperti apa, tentu saya tidak bisa buka."
"Untuk desain, yang pasti ada Merah-Putihnya. Nanti kita lihat bulan Maret (2024). Nanti, enam bulan waktu habis kita akan lihat kembali (review), jika memang (Erspo) mau perpanjang ya silakan. Kami percaya, brand lokal bisa mendunia."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









