Beckham Putra Tak Punya Kriteria Khusus Soal Pelatih Timnas Indonesia, Terpenting Bisa Lebih Baik

AKURAT.CO, Penggawa Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha, tidak banyak memberikan jawaban mengenai calon Pelatih Timnas Indonesia. Bagi Beckham, siapapun pelatihnya yang penting bisa membawa sepakbola Indonesia lebih baik.
“Kalau saya sih siapapun pelatihnya yang terpenting kita bisa lebih baik ke depannya dan semoga harapannya yang terbaik untuk sepakbola Indonesia,” ucap Beckham Putra di Jakarta, Minggu (7/12).
Bursa calon pelatih Timnas Indonesia memang masih sangat seru dinantikan. Sebab hingga saat ini memang PSSI belum menentukan sosok pelatih baru skuad Garuda.
Baca Juga: Giovanni van Bronckhorst Jadi Pelatih Timnas Indonesia? Thom Haye Anggap Terlalu Banyak Rumor
Padahal kursi pelatih Timnas Indonesia sudah lowong sejak PSSI memecat Patrick Kluivert pada awal Oktober lalu. Beberapa nama pun memang sempat dikaitkan bakal menjadi calon pelatih Timnas Indonesia.
Sebut saja Timur Kapadze (eks Pelatih Timnas Uzbekistan), Jesus Casas (eks Pelatih Timnas Irak), Heimir Hallgrimsson (Pelatih Timnas Irlandia), Johhny Heitinga (eks Pelatih Ajax Amsterdam), John Herdman (eks Pelatih Timnas Kanada), dan Giovanni van Bronckhorst (Asisten Pelatih Liverpool).
Sementara itu anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga mengatakan bahwa PSSI belum mengerucutkan dari lima kandidat calon pelatih yang sudah diisukan.
Baca Juga: Soal Kriteria Pelatih Timnas Indonesia yang Baru, Ini Pendapat Beckham Putra
Meski mengatakan sudah memiliki lima kandidat calon pelatih, PSSI sendiri memang masih setia tidak membuka identitas kelima calon pelatih tersebut.
"Belum. Kami masih ada waktu lah. Jangan (buru-buru). Tunggu saja. Kita tungguin saja," ujar Arya Sinulingga.
"Kan mereka (perwakilan PSSI) sudah wawancara, nanti kami tinggal tunggu (jadwal) dari (rapat) exco saja. Exco menunggu mereka, hasil wawancaranya akan dibawa (ke rapat),” kata Arya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









