Pramusim MotoGP: Yamaha Alami Masalah Teknis di Sepang, Jack Miller Tetap Optimistis dengan V4

AKURAT.CO, Pembalap Pramac Yamaha, Jack Miller, memandang absennya tim pabrikan Jepang itu pada hari kedua Tes Pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Sepang, Malaysia, sebagai risiko yang tidak terelakkan dalam proses pengembangan mesin baru.
Jack Miller menilai kendala teknis yang memaksa Yamaha menghentikan aktivitas di lintasan merupakan bagian dari fase adaptasi mesin konfigurasi V4 yang tengah dikembangkan.
Menurutnya, situasi tersebut adalah konsekuensi wajar ketika sebuah pabrikan mencoba membangun motor yang benar-benar baru untuk bersaing di level tertinggi.
Baca Juga: Sambut Regulasi 2027: Yamaha Resmi Tinggalkan Mesin 'Inline-4', Beralih ke Konfigurasi V4
Padahal, Yamaha sempat menunjukkan performa menjanjikan dengan memuncaki catatan waktu pada sesi shakedown.
Namun, masalah teknis yang muncul pada motor Fabio Quartararo dan Toprak Razgatlioglu membuat tim harus memarkir motor mereka pada hari kedua tes resmi MotoGP 2026.
Setelah dilakukan investigasi intensif semalaman oleh tim teknis Yamaha di Jepang dan Eropa, hasil analisis akhirnya memberikan lampu hijau bagi para pembalap untuk kembali turun ke lintasan pada hari terakhir pengujian.
"Sangat naif jika Anda berpikir bisa membangun motor hanya dalam sembilan bulan untuk melawan yang terbaik di dunia tanpa mengalami hari seperti kemarin. Ini sudah lumrah," ujar Jack Miller, dikutip Crash.
Pembalap asal Australia tersebut menegaskan, jauh lebih baik jika masalah muncul saat fase pengujian ketimbang ketika musim balapan sudah berjalan.
Baca Juga: Berpisah dengan Mesin Inline, Ini Kemajuan Terbesar Yamaha Musim Ini Menurut Fabio Quartararo
Meski hanya menempati posisi ke-17 di akhir tes dengan selisih 1,754 detik dari Alex Marquez yang menjadi pembalap tercepat, Miller tetap optimistis terhadap potensi Yamaha V4.
Saat ini, fokus utama Miller adalah membangun chemistry dengan motor barunya. Ia mengakui belum mampu mengeluarkan performa maksimal, bukan karena keterbatasan teknis motor, melainkan karena masih dalam tahap memahami karakter tunggangannya.
"Kami sangat sibuk mengganti suku cadang dan sasis untuk memahami sisi baik dan buruknya. Sekarang kami berada di titik di mana kami harus mulai mengendarai setelan yang sama agar lebih familiar, memperbaiki elektronik, dan mencari tenaga tambahan," tambahnya.
Dari sisi performa murni, data kecepatan tertinggi Miller tercatat mencapai 327,8 kilometer/jam.
Angka tersebut masih terpaut sekitar sepuluh kilometer/jam dari Ducati milik Fabio Di Giannantonio, yang menjadi salah satu tolok ukur kekuatan mesin di MotoGP.
Meski demikian, sinyal positif terlihat saat Miller menjalani simulasi Sprint Race. Ia justru mencatatkan waktu sekitar 0,8 detik lebih cepat dibandingkan saat melakukan time attack dengan bahan bakar minim, yang mengindikasikan konsistensi dan potensi race pace yang menjanjikan.
Secara statistik, progres Yamaha V4 mulai tampak. Dalam simulasi sepuluh putaran, total waktu Miller jika dikomparasikan dengan balapan Sprint Oktober lalu, akan menempatkannya di posisi kesembilan.
Capaian ini jauh lebih baik dibandingkan hasil musim lalu, ketika ia finis di posisi ke-14 dengan motor bermesin inline.
Dengan status konsesi kategori D, Yamaha memiliki keleluasaan lebih besar untuk melakukan perubahan desain mesin demi mengatasi berbagai persoalan teknis.
Tim pabrikan asal Jepang itu juga diizinkan menggelar tes privat menggunakan pembalap reguler sebelum musim kompetisi resmi dimulai.
Ujian berikutnya bagi Jack Miller dan Yamaha akan tersaji pada tes pramusim terakhir di Buriram, Thailand, yang dijadwalkan berlangsung pada 21–22 Februari mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









