Tatap MotoGP 2026, Pecco Bagnaia Sebut DNA Ducati GP26 Lebih 'Ganas' dari Pendahulunya

AKURAT.CO, Harapan besar menyelimuti pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, jelang bergulirnya MotoGP 2026.
Fransesco Bagnaia jauh lebih optimistis setelah merasakan performa motor teranyar, GP26, yang dinilai jauh lebih kompetitif dan sesuai dengan gaya balapnya dibandingkan versi GP25.
Pembalap yang karib disapa Pecco itu mengungkapkan bahwa GP26 memiliki karakteristik atau DNA yang sangat berbeda.
Baca Juga: Davide Tardozzi Nilai Francesco Bagnaia Telah Kembali ke 'Mode' Juara Dunia
Musim lalu, pembalap asal Italia juara dunia dua kali ini harus berjuang keras menjinakkan GP25 yang dianggapnya terlalu melenceng dari karakter motor Ducati yang selama ini ia kuasai.
Sejak dimulainya tes pramusim 2026, Fransesco Bagnaia langsung menunjukkan progres signifikan.
Ia merasa jauh lebih nyaman berada di atas jok motor dibandingkan periode yang sama pada 12 bulan lalu.
"Bagi saya ini berbeda, tetapi bekerja jauh lebih baik untuk gaya balap saya," kata Bagnaia sebagaimana dikutip dari Crash, Senin (23/2).
Ia mengenang masa-masa sulit musim lalu di mana ia harus terseok-seok sejak awal kompetisi.
Meski masih mampu meraih podium, Bagnaia mengakui bahwa feeling terhadap motornya saat itu tidak pernah mencapai level maksimal, bahkan di lintasan favoritnya sekalipun.
Pada tes pramusim di Sirkuit Internasional Buriram, Thailand, Bagnaia berhasil menyudahi sesi di posisi keempat secara keseluruhan.
Fokus utamanya selama pengujian adalah memahami daya tahan ban serta memperdalam karakter motor.
Baca Juga: Dukung Francesco Bagnaia, Jorge Lorenzo: Dia Masih Calon Kuat Juara MotoGP 2026
Meski merasa telah melakukan langkah maju yang besar, Pecco tidak menampik masih ada sejumlah pekerjaan rumah bagi tim mekanik Ducati.
Seperti konsistensi pengereman yang menjadi fokus utama untuk ditingkatkan sebelum seri pembuka.
Selain itu, GP26 juga dinilai masih mengalami masalah getaran (chatter) saat memasuki tikungan dalam kecepatan tinggi.
Bukan cuma itu, Bagnaia juga membutuhkan stabilitas yang lebih agar bisa tampil dominan di setiap putaran.
Kendala teknis sempat menghampiri Bagnaia pada hari terakhir tes di Buriram yang membuatnya gagal menyelesaikan simulasi balapan penuh (long run).
Namun, ia menanggapi kegagalan tersebut dengan sudut pandang positif.
"Pramusim berakhir jauh lebih baik daripada tahun lalu, jadi perasaan saya sangat luar biasa. Sekarang waktunya untuk mulai bertarung di musim ini," jelasnya.
Bagnaia menilai lebih baik masalah teknis muncul di masa pengujian daripada saat akhir pekan balapan sesungguhnya.
Keberhasilan mencatatkan waktu solid dalam time attack semakin menebalkan kepercayaan diri Bagnaia untuk kembali merebut takhta tertinggi di kelas utama yang kini dipegang rekan setimnya, Marc Marquez.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








