Akurat

F1 GP Abu Dhabi: Tiga Pembalap Satu Mahkota, Duel Sengit Norris–Verstappen–Piastri

Leo Farhan | 4 Desember 2025, 12:59 WIB
F1 GP Abu Dhabi: Tiga Pembalap Satu Mahkota, Duel Sengit Norris–Verstappen–Piastri
 
 
AKURAT.CO, Lando Norris berada selangkah lagi dari sejarah saat ia memburu gelar dunia Formula One (F1) perdananya pada Grand Prix Abu Dhabi, Minggu (7/12).
 
Namun, pembalap McLaren itu harus mengatasi tekanan mental dan kecepatan para rival, terutama Max Verstappen, yang datang dengan momentum kuat di F1 GP Abu Dhabi kali ini.
 
Setelah dua seri sebelumnya diwarnai kesalahan sendiri, Lando Norris dan Oscar Piastri membutuhkan balapan sempurna untuk mencegah kebangkitan Max Verstappen bersama Red Bull di F1 GP Abu Dhabi.
 
 
Untuk pertama kalinya sejak 2010, perebutan gelar melibatkan tiga pembalap. McLaren pun tetap waspada terhadap ancaman di belakang mereka.
 
Lando Norris memimpin klasemen dengan keunggulan 12 poin atas Verstappen dan 16 poin atas rekannya Piastri. Finis tiga besar sudah cukup baginya untuk mengamankan gelar juara dunia musim ini.
 
"Kami menjalani musim yang luar biasa dengan mobil yang luar biasa dan saya bangga dengan semua orang. Kami masih punya satu balapan dan kami akan memberikan segalanya," kata Norris dikutip France24.
 
Namun, Verstappen yang menang lima dari delapan balapan terakhir, datang tanpa beban dan tanpa gangguan instruksi tim.
 
Di Qatar pekan lalu, dua minggu setelah Norris dan Piastri didiskualifikasi di Las Vegas karena pelanggaran keausan plank, McLaren justru melakukan kesalahan strategi pit stop yang kembali membuka jalan kemenangan bagi Verstappen.
 
 
Piastri tampil tercepat sepanjang akhir pekan, namun harus puas finis kedua, sedangkan Norris ketiga—hasil yang kembali memanaskan persaingan menuju Sirkuit Yas Marina di Abu Dhabi.
 
Meski unggul di atas kertas, sejarah menunjukkan tekanan puncak bisa mengubah segalanya.
 
Pada 2010, Fernando Alonso datang dengan keunggulan delapan poin, namun akhirnya tersingkir dari perebutan gelar setelah strategi Ferrari gagal total. Sebastian Vettel justru muncul sebagai juara dunia kala itu.
 
Sementara itu, Piastri juga tak ingin menyerah. Performa impresif di Qatar membuat pembalap Australia itu masih percaya pada peluangnya. Ia memburu gelar pertama bagi Australia sejak Alan Jones pada 1980.
 
Fokusnya dinilai tetap stabil, apalagi Yas Marina menjadi trek yang bersahabat—tempat Norris menang tahun lalu dan Verstappen empat musim beruntun sebelumnya.
 
Di sisi lain, Verstappen membawa pengalaman besar menghadapi tekanan tinggi. Dalam beberapa pekan terakhir ia terus menekan McLaren lewat kecepatan konsisten dan strategi yang bersih dari kesalahan.
 
Ia berpeluang menyamai rekor Michael Schumacher dengan lima gelar beruntun. Hebatnya lagi, ia sudah memangkas defisit 104 poin sejak 31 Agustus, periode ketika Piastri terakhir kali meraih kemenangan dan memimpin klasemen selama 15 seri.
 
Ketiga pembalap kini sama-sama mengoleksi tujuh kemenangan musim ini. Dua kemenangan lainnya direbut George Russell (Mercedes).
 
Ketatnya persaingan, ditambah performa dominan McLaren sebelum mengamankan gelar konstruktor, menjanjikan penutup musim paling dramatis dalam satu dekade terakhir.
 
Norris hanya perlu podium untuk mengamabkan gelar musim ini. Sementara Piastri wajib menang atau minimal finis kedua sembari berharap dua rivalnya melakukan kesalahan.
 
Sedangkan Verstappen harus menang dan berharap Norris finis tak lebih tinggi dari posisi keempat.
 
"Saya tidak menyangka ini, tetapi saya masih punya peluang, jadi kami akan memberikan yang terbaik," kata Verstappen.
 
F1 GP Abu Dhabi juga menentukan posisi kedua konstruktor antara Mercedes dan Red Bull, sekaligus menjadi balapan terakhir Yuki Tsunoda sebelum digantikan Isack Hadjar di Racing Bulls.
 
 
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H