Red Bull Tegaskan Tidak Ada Team Order, Isack Hadjar Dipersilahkan Serang Max Verstappen
Leo Farhan | 2 September 2025, 17:36 WIB

AKURAT.CO, Tim Red Bull Formula 1 menegaskan tidak ada kesepakatan khusus yang melarang pembalap tim satelitnya, Isack Hadjar, untuk menyerang Max Verstappen pada Grand Prix Belanda 2025 yang berlangsung di Sirkuit Zandvoort, Zandvoort, Minggu (31/8) lalu.
Rookie asal Prancis yang membalap untuk Racing Bulls itu sukses meraih podium perdana sepanjang kariernya di F1 setelah finis di posisi ketiga F1 GP Belanda. Atau tepat di belakang sang juara dunia yang jugra rekan setimnya, Max Verstappen, yang finis di posisi kedua.
Isack Hadjar yang start dari baris kedua bersama Max Verstappen tampil impresif dengan terus membayangi pembalap tuan rumah itu sepanjang balapan.
Bahkan, pada stint terakhir, ia sempat mendekat dan mencoba memberi tekanan sebelum akhirnya Verstappen kembali meningkatkan kecepatan dan menjaga posisinya.
Situasi itu memunculkan spekulasi bahwa Hadjar diminta untuk "menahan posisi" agar tidak menyerang Verstappen. Namun, CEO Racing Bulls, Peter Bayer, langsung membantah isu tersebut.
"Tidak ada, sama sekali tidak. Justru sebaliknya, sebagai tim yang lebih kecil kami ingin memberi tekanan kepada tim besar. Jika Isack punya kecepatan, dia pasti akan menyerang, tidak diragukan lagi," kata Bayer dikutip Motorsport.
Menurut Bayer, dalam balapan tersebut Verstappen sebenarnya hanya mengatur ban sepanjang balapan. Begitu merasa Hadjar mendekat, Verstappen meningkatkan ritme sehingga jaraknya kembali melebar.
"Keduanya sebenarnya punya kecepatan balap yang mirip. Jika ada peluang, kami pasti akan coba (melewati Verstappen)," tegasnya.
Hal senada disampaikan penasihat Red Bull, Helmut Marko. Ia menilai tidak ada alasan untuk melarang duel internal selama berlangsung fair dan tanpa insiden. Pihaknya tidak akan ikut campur selama tidak terjadi tabrakan.
Baca Juga: F1 GP Belanda: Oscar Piastri Rebut Pole Position dengan Selisih 0,012 Detik, Catat Rekor Baru!
Sementara itu, bos tim Red Bull, Laurent Mekies, menegaskan bahwa teori "team order" untuk balapan di GP Belanda tak berdasar jika harus dilakukan oleh Red Bull untuk menahan laju Hadjar.
"Kalau memang dilarang menyalip, itu ilegal. Jadi jelas jawabannya, ya, ia (Hadjar) boleh menyerang. Saya ingatkan, di balapan sebelumnya di Hungaria, justru kami finis di belakang Racing Bulls," kata Mekies.
Podium Hadjar terasa makin istimewa bagi Racing Bulls setelah timnya mengalami berbagai kendala teknis pada sesi latihan Jumat (29/8).
Mobil VCARB 02 miliknya sempat harus mengganti mesin dan dihentikan lebih awal karena masalah pada sistem baterai. Mekanik bahkan harus bekerja semalaman melanggar jam malam untuk memastikan mobil siap tempur di kualifikasi dan balapan.
"Luar biasa rasanya melihat Isack berdiri di podium bersama Max. Sangat emosional, apalagi setelah semua masalah di hari Jumat. Tim bekerja keras semalaman, mobil dibongkar total, lalu pada akhirnya semua berjalan sempurna," ungkap Bayer.
"Strateginya tepat, start bagus, dan Isack tidak membuat satu kesalahan pun. Mungkin ada sedikit keberuntungan juga, tapi keberanianlah yang membawa kami ke podium."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









