Akurat

Lewis Hamilton Nilai Ucapan Presiden FIA Soal 'Rapper' Mengandung Unsur Rasisme

Badri | 20 September 2024, 17:50 WIB
Lewis Hamilton Nilai Ucapan Presiden FIA Soal 'Rapper' Mengandung Unsur Rasisme

AKURAT.CO, Presiden Federasi Otomobil Internasional (FIA), Ben Sulayem, kembali berada dalam kontroversi. Kali ini, kritik datang dari salah satu pembalap terbaik Formula One (F1), Lewis Hamilton.

Lewis Hamilton mempersoalkan ucapan Ben Sulayem dalam sebuah wawancara ketika ia mengingatkan para pembalap untuk tak “menyumpah” saat membalap.

Lewis Hamilton keberatan ketika Ben Sulayem mengatakan bahwa “pembalap bukan rapper (penyanyi rap)” yang biasa menyumpah.

Baca Juga: Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem Diperiksa dengan Tuduhan Pengaruhi Sanksi Fernando Alonso

Hamilton menganggap Sulayem membawa elemen rasial dalam pernyataan Presiden FIA. Pasalnya, rap identik dengan musik kulit hitam dan sebagian besar rapper berkulit hitam.

“Menyebut ‘rapper’ sangat stereotip. Jika Anda pikirkan lagi, kebanyakan rapper berkulit hitam,” kata Hamilton sebagaimana dipetik dari BBC.

“Jadi ketika itu disebutkan (bisa berarti) ‘kita bukan mereka’, itu adalah pilihan kata yang salah. Ada elemen rasial di sana.”

Dalam wawancara dengan Motosport, Sulayem mempersoalkan ucapan pembalap dalam komunikasi dengan timnya saat balapan.

Ia menganggap ucapan seperti “f**k” dalam komunikasi radio tak layak didengarkan penonton karena disiarkan secara langsung.

Bahkan pria berkebangsaan Uni Emirat Arab berusia 62 tahun itu membuka kemungkinan sanksi kepada pembalap atas ucapan-ucapan yang dianggapnya kotor itu.

Baca Juga: Mohammed Ben Sulayem Akhirnya Tak Lagi Terlibat Langsung Dengan F1

“Kita bukan rapper, Anda tahu itu. Berapa kali mereka mengucapkan ‘kata f’ dalam semenit? Kita tidak begitu. Itu mereka dan kita adalah kita,” kata Sulayem.

“Karena bayangkan Anda duduk dengan anak Anda dan menonton balapan dan seseorang mengucapkan bahasa kotor ini. Maksud saya, apa yang anak dan cucu Anda akan bilang?”

Pembalap Red Bull juara dunia F1 tiga kali, Max Verstappen, menentang kebijakan menghukum pembalap karena menyumpah. Verstappen menyebut bahwa ucapan menyumpah seringkali sulit dihindari.

“Anda barangkali harus membatasinya atau sedikit menahan (audio) sehingga Anda bisa menyensor beberapa hal,” kata Max Verstappen.

“Itu akan banyak membantu ketimbang menghukum para pembalap karena (harus) menjadi teladan bahwa saya tak boleh bilang ‘kata f’.”

Polemik ini mengawali seri ke-18 F1 2024 yang dimulai pada hari ini, Jumat (20/9), di Sirkuit Jalan Raya Marina Bay, Singapura. Adapun balapan utama Grand Prix Singapura akan digelar pada Minggu (22/9).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H