Campenaerts Menangkan Etape 18, Pogacar dan Vingegaard Menahan Diri
Leo Farhan | 19 Juli 2024, 14:06 WIB

AKURAT.CO Pembalap sepeda asal Belgia, Victor Campenaerts, menangis kegirangan setelah memenangi etape ke-18 Tour de France 2024, mengungguli Matteo Vercher dan Michal Kwiatkowski di posisi dua dan tiga pada, Kamis (18/7/2024) setempat.
Kemenangan ini melengkapi kebahagiaan Campenaerts yang baru saja mendapatkan anak laki-laki. Terlebih dia tidak dapat mendampingi istrinya yang tengah melakukan persalinan anak pertama mereka.
"Saya tidak tahu apakah ada di antara kalian yang sudah menjadi ayah. Saya tidak ada di sana, saya ada di sini, dan saya harus membuatnya berharga," kata Campenaerts dikutip Supersport.
"Saya telah memimpikan hal ini selama bertahun-tahun. Memenangkan etape di Tour de France adalah mimpi semua pembalap. Pada Desember lalu, saya berkata bahwa etape 18 adalah satu-satunya etape yang memungkin saya untuk meraih kemenangan.
Dengan menempuh jarak 179,5 km dari Gap menuju Barcelonnette, ini kesempatan bagi para pembalap lain untuk meraih kemenangan dalam tur yang didominasi oleh perebutan gelar yang menegangkan, dengan para pembalap spesialis saling berebut tempat untuk masuk kelompok breakaway.
Pasalnya, pada klasifikasi umum (GC) pemimpin kejuaraan, Tadeh Pogacar dan juara bertahan Jonas Vingegaard masih belum menunjukkan kemampuan mereka dan menyimpan tenaga untuk tiga etape berat di akhir pekan nanti.
Pogacat dan Vingegaard tampil tidak terlalu memaksakan diri, keduanya masih menahan diri saat Tour de France 2024 mencapai klimaksnya di Nive pada hari minggu akhir pekan nanti.
"Besok dan Sabtu. Jadi kami menikmati hari ini bersama tim, sungguh perjalanan yang luar biasa," kata Pogacar yang meraih gelar juara 2020 dan 2021 namun harus menempati posisi runner up di belakang Vingegaard pada dua balapan Tour de France terakhir di tahun 2022 dan 2023.
Pembalap Slovenia berusia 25 tahun itu harus mampu menjaga jarak dari Vingeggard dalam tiga balapan terakhir untuk bjsa mencatatkan sejarah balap sepeda setelah dia memenangkan Giro d'Italia pada bulan Mei lalu, untuk menjadi pembalap pertama dalam 25 tahun terakhir yang meraih kemenangan ganda.
Pada klasifikasi umum, Pogacar sementara ini mampu mempertahankan keunggulan 3 menit 11 detik atas Vingegaard saat peleton melaju pelan melewati garis finis 13 menit 41 detik setelah pemenang, diikuti Remco Evenepoel di posisi ketiga dengan 5 menit 09 detik.
"Ini akan lebih banyak mengandalkan kaki daripada taktik, ini akan menjadi pertarungan satu lawan satu," jelas Pogacar.
"Ada beberapa orang yang pikirannya sudah lelah dan kakinya sudah lelah. Saya akan mencoba untuk menang besok atau Sabtu. Pertahanan terbaik adalah menyerang."
Tiga etape terakhir berpotensi mengubah jalannya balapan, di mana balapan hari Jumat akan membawa peleton ke ketinggian 2.800 m sebelum turunan tajam yang pasti akan memberikan pengalaman menegangkan.
Hari Sabtu juga merupakan hari pegunungan dengan dua pendakian dan jalan menurun di akhir. Namun tahap akhir balapan dapat lebih mengguncang klasemen dengan uji waktu individu sepanjang 34 km dari Monaco ke Nice.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









