Indonesia Terbuka Digelar 11 Hari, PBSI Siapkan Turnamen Menghibur dengan Anggaran Membengkak

AKURAT.CO, Turnamen bulutangkis paling bergengsi di tanah air, Indonesia Terbuka, siap memasuki era baru.
Sejalan dengan transformasi global yang dicanangkan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), turnamen level Super 1000 ini akan memperpanjang durasi penyelenggaraannya menjadi sebelas hari.
Kabid Luar Negeri PP PBSI, Bambang Roedyanto, menegaskan langkah yang diambil ini merupakan komitmen nyata Indonesia untuk tetap berada di garda terdepan pengembangan bulutangkis dunia.
Baca Juga: BWF Dobrak Tradisi! Kalender 2027-2030 Makin Padat, Denmark Terbuka Naik Kasta ke Super 1000
Pria yang akrab disapa Koh Rudy ini tidak menampik durasi yang lebih panjang akan menguras kantong penyelenggara lebih dalam.
Namun, ia memandang kenaikan biaya operasional tersebut sebagai langkah strategis bagi posisi Indonesia di mata internasional.
"Dari sisi penyelenggara, penerapan durasi sebelas hari tentu berdampak pada meningkatnya biaya operasional karena waktu pelaksanaan yang lebih panjang," kata Rudy melalui keterangan resminya.
"Namun, PBSI memandang hal ini sebagai investasi jangka panjang untuk mempertahankan posisi Indonesia Open sebagai turnamen premier dunia."
Perubahan format ini juga disebut membawa angin segar bagi para pebulutangkis, khususnya di sektor tunggal.
Baca Juga: Nuansa Baru, Karpet Biru Bakal Jadi Trademark Indonesia Terbuka 2025
Kuota peserta dipastikan membengkak dari 32 menjadi 48 pemain. Artinya, kesempatan bagi para atlet untuk mencicipi atmosfer level tertinggi kini semakin terbuka lebar.
Tak hanya itu, penggunaan sistem setengah kompetisi (fase grup) hingga babak 16 besar menjamin setiap atlet melakoni lebih banyak pertandingan.
Kepadatan jadwal tersebut akan diimbangi dengan waktu pemulihan yang lebih baik.
"Dengan durasi turnamen yang lebih panjang serta hanya menggunakan dua lapangan pertandingan, atlet memiliki waktu istirahat yang lebih memadai," jelas sosok yang juga menjabat sebagai Dewan BWF ini.
"Hal ini diharapkan dapat menjaga kualitas permainan serta performa atlet sepanjang turnamen."
Lebih dari sekadar ajang pertandingan, Indonesia Terbuka 2027 akan dikemas dengan balutan hiburan yang lebih kental.
Konsep sportainment akan menjadi nyawa baru untuk memanjakan para penonton yang hadir langsung di arena maupun yang menyaksikan lewat layar kaca.
" Sportainment menjadi bagian penting untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih menarik. Durasi yang lebih panjang memungkinkan hadirnya berbagai elemen hiburan dan aktivasi di luar lapangan pertandingan," tambah Bambang.
PBSI meyakini perpaduan antara kualitas kompetisi tingkat tinggi dan unsur hiburan kelas dunia akan memperkuat daya tarik Indonesia Terbuka.
Langkah ini diharapkan tidak hanya memuaskan dahaga penggemar setia, melainkan juga mendukung misi BWF dalam memperluas popularitas bulutangkis ke jangkauan global yang lebih luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









