Akurat

​PBSI Hapus Tradisi Degradasi Akhir Tahun, Eng Hian: Evaluasi Kini Berbasis KPI

Leo Farhan | 6 Januari 2026, 23:00 WIB
​PBSI Hapus Tradisi Degradasi Akhir Tahun, Eng Hian: Evaluasi Kini Berbasis KPI

 

 

 

 

AKURAT.CO - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) membuat langkah strategis dengan mengubah mekanisme penghuni pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Cipayung.

Mulai musim 2026, mekanisme pemulangan dan pemanggilan atlet yang biasanya dilakukan setiap akhir tahun resmi ditiadakan.

​Keputusan ini diambil setelah Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas program jangka panjang dan padatnya kalender kompetisi internasional yang sudah dimulai sejak awal Januari.

​Fokus pada Stabilitas dan Kesinambungan Program

​Penataan ulang strategi pembinaan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas mental dan fisik para atlet. PBSI menilai, dinamika bongkar-pasang pemain di akhir tahun yang selama ini berjalan, perlu diganti dengan fase stabilisasi komposisi atlet.

​"Keputusan ini bukan berarti PBSI menurunkan standar atau meniadakan evaluasi. Evaluasi seorang atlet kini ditentukan oleh Key Performance Indicator (KPI) yang sudah ditetapkan oleh pelatihnya masing-masing," ujar Kabid Binpres PBSI, Eng Hian, dalam keterangan resminya, Selasa (6/1).

​Degradasi Berbasis KPI, Promosi Lewat Seleknas

​Dengan sistem baru ini, ancaman degradasi tidak lagi datang setahun sekali di bulan Desember, melainkan bisa terjadi kapan saja tergantung pencapaian target atlet.

​"Jika seorang atlet tidak mencapai KPI yang telah ditetapkan, maka akan terkena degradasi. Jangka waktu degradasi setiap atlet akan berbeda-beda," tegas pria yang akrab disapa Didi tersebut.

​Sementara itu, untuk mengisi slot atlet yang kosong atau menambah kekuatan, PBSI tetap menggunakan mekanisme Seleksi Nasional (Seleknas) yang digelar setiap awal tahun.

​Menuju Olimpiade Los Angeles 2028

​Eng Hian berharap regulasi baru ini mampu menciptakan proses rekrutmen dan evaluasi yang lebih transparan, objektif, serta profesional. Dengan sistem yang terukur, PBSI membidik peningkatan prestasi di level Asia hingga dunia.

​"Peraturan ini menjadi acuan agar setiap keputusan didasarkan pada kinerja dan evaluasi terukur. Target utama kami adalah capaian optimal di Kejuaraan Dunia, Thomas & Uber Cup, dan tentunya Olimpiade Los Angeles 2028," tutup Eng Hian.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H