Taufik Hidayat Mengenang Iie Sumirat, Pelatih Sekaligus Ayah yang Mengajarkan 'Teknik Aneh'
Leo Farhan | 23 Juli 2025, 14:41 WIB

AKURAT.CO, Dunia bulutangkis Tanah Air kembali berduka. Iie Sumirat, sosok penting di balik lahirnya para legenda bulutangkis Indonesia, tutup usia pada Selasa (22/7).
Kepergiannya menyisakan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga dan rekan-rekan seprofesi, namun juga bagi para atlet yang pernah merasakan sentuhan tangan dinginnya. Salah satunya adalah Taufik Hidayat.
Bagi Taufik Hidayat, Iie Sumirat bukan sekadar mantan pelatih. Lebih dari itu, ia adalah sosok ayah, pembimbing, sekaligus guru yang mengasahnya menjadi pebulutangkis dengan teknik pukulan istimewa.
"Kang Iie adalah pelatih yang membangun dan meletakkan dasar-dasar bermain bulutangkis saya. Teknik-teknik pukulan yang saya miliki, yang mungkin dianggap ‘aneh’ atau ‘tidak lazim’, lahir dari tangan beliau," kata Taufik melalui pernyataan resminya, Selasa (22/7).
"Kang Iie lah yang mampu membuat permainan saya begitu istimewa. Saya akhirnya bisa memiliki pukulan-pukulan istimewa juga berkat polesan Kang Iie."
Peraih emas Olimpiade Athena itu mengenal sosok Iie sejak masa-masa awal kariernya di klub Sangkuriang Graha Sarana (SGS) Bandung, akhir 1980-an.
Karena intensitas latihan dan jarak rumahnya di Pangalengan ke Bandung yang cukup jauh, Taufik bahkan kerap menginap di rumah sang pelatih demi tak absen dalam latihan.
"Saat saya mulai meretas karier, Kang Iie bukan hanya pelatih, tapi juga seperti orangtua. Saya sering tidak pulang ke rumah, dan memilih tinggal di rumah beliau agar bisa tepat waktu latihan," kenang peraih emas Olimpiade Athena 2004 tersebut.
Iie Sumirat dikenal sebagai pelatih yang tak hanya mengandalkan teori dasar. Ia sering memperkenalkan teknik-teknik pukulan yang tidak lazim ditemukan dalam buku pelatihan biasa, namun efektif di lapangan.
Karakter itulah yang membentuk gaya bermain Taufik yang dikenal memiliki pukulan backhand smash mematikan—yang hingga kini dianggap sebagai salah satu yang terbaik sepanjang sejarah.
Di balik tangan dinginnya sebagai pelatih, Iie Sumirat juga merupakan legenda bulutangkis nasional. Penampilannya di Piala Thomas era 1970-an hingga awal 1980-an begitu melegenda, dan menjadi sumber inspirasi banyak atlet muda, termasuk Taufik.
"Saya sangat kagum dengan prestasi beliau. Penampilan heroiknya di Piala Thomas membuat saya kecil dulu ingin seperti beliau," ujarnya.
Kepergian Iie Sumirat menjadi kehilangan besar bagi komunitas bulutangkis nasional. Kiprahnya yang panjang dalam membina atlet dan kontribusinya terhadap perkembangan teknik bermain akan terus hidup dalam semangat generasi muda.
"Selamat jalan Kang Iie. Jasa dan dedikasimu akan selalu kami kenang. Tanpa beliau, saya bukanlah siapa-siapa," kata pria yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga itu.
Sebagai pelatih, mentor, dan legenda, nama Iie Sumirat akan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah bulutangkis Indonesia. Sebuah warisan teknik, semangat, dan dedikasi yang akan terus bergema di setiap pukulan para penerusnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









