Akurat

Rionny Mainaky Nilai Ganda Campuran Sudah Maksimal, Tinggal Ketahanan Mental di Momen Kritis

Leo Farhan | 21 Juli 2025, 13:27 WIB
Rionny Mainaky Nilai Ganda Campuran Sudah Maksimal, Tinggal Ketahanan Mental di Momen Kritis
 
 
AKURAT.CO, Penampilan dua wakil ganda campuran Indonesia di Jepang Terbuka 2025, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, belum mampu melaju jauh di turnamen level Super 750 ini.
 
Meski begitu, Pelatih Kepala Sektor Ganda Campuran Pelatnas PBSI, Rionny Mainaky, memberikan apresiasi atas daya juang yang ditunjukkan anak-anak asuhnya selama berlaga di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Jepang, pekan lalu.
 
"Saya apresiasi daya juang Amri/Nita dan Jafar/Felisha di turnamen ini. Mereka menunjukkan semangat di lapangan dengan kondisi sesulit apa pun," kata Rionny melalui keterangan resminya, Minggu (20/7).
 
 
Menurut Rionny, secara pola permainan kedua pasangan itu sudah bermain dengan benar di Jepang Terbuka.
 
Namun, tekanan dari lawan yang datang terutama di momen-momen krusial membuat kualitas individu masing-masing pemain menurun.
 
"Pola mainnya sudah benar, tapi memang ada kekurangan secara individu. Ketika kena tekanan, jadi tegang, dan akhirnya pukulan-pukulan mereka banyak yang tidak sempurna," jelasnya.
 
Di Jepang Terbuka, Amri/Nita gugur di babak 16 besar setelah dikalahkan wakil Jepang, Hiroki Midorikawa/Natsu Saito, dengan skor 21-23, 21-18, dan 14-21.
 
Sedangkan Jafar/Felisha tersingkir di putaran awal ditumbangkan wakil China, Guo Xin/Chen Fang Hui, dengan skor 12-21 dan 17-21.
 
 
Rionny menekankan pentingnya kemampuan pemain untuk mengelola tekanan dan emosi saat pertandingan.
 
Ia menyebut, hal itu menjadi pekerjaan rumah utama yang harus segera diperbaiki jika ingin tampil lebih konsisten di level atas.
 
"Saya selalu pesankan kepada mereka, bagaimana caranya bisa me-manage diri sendiri. Saat kena tekanan itu bagaimana caranya bisa keluar dan tetap tenang," kata Rionny mengungkapkan.
 
"Kalau dilihat secara total, permainannya sudah maksimal. Tapi memang kalah tenang saat poin-poin akhir."
 
Ia berharap ke depannya, baik Amri/Nita maupun Jafar/Felisha dapat memperbaiki aspek mental bertanding sehingga pencapaian mereka bisa lebih baik dari hasil yang diraih di Jepang Terbuka tahun ini.
 
"Hasil evaluasi dari sini, saya berharap mereka bisa lebih baik pencapaiannya dibandingkan di Japan Open ini," ujarnya.
 
Setelah ini, skuad bulutangkis Indonesia akan kembali berjuang di ajang Super 1000 China Terbuka 2025 yang akan mulai bergulir 22 sampai 27 Juli mendatang.
 
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H