Jepang Terbuka: Rehan/Gloria Kalah, 2 Pasangan Ganda Campuran Indonesia Tersingkir di 16 Besar
Leo Farhan | 17 Juli 2025, 13:45 WIB

AKURAT.CO, Langkah dua wakil Indonesia di sektor ganda campuran harus terhenti di babak 16 besar Jepang Terbuka 2025. Mereka adalah Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.
Bertanding di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Jepang, Kamis (17/7), Rehan/Gloria harus mengakui ketangguhan unggulan tiga asal Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet, lewat straight set dengan skor 17-21 dan 19-21 di laga Jepang Terbuka kali ini.
Rehan/Gloria tampil kurang solid dan kerap kehilangan momentum di saat krusial di laga kedua Jepang Terbuka 2025. Terutama saat menerima servis yang membuat posisi mereka kurang enak untuk melancarkan serangan.
"Banyak tertebak bolanya dan posisi bertahan juga sedang kurang bagus, banyak bolong terutama di tengah di antara kami berdua," ungkap Gloria melalui keterangan resmi yang diterima Akurat.co.
Rehan sendiri mengakui bahwa ia tidak menampilkan performa terbaiknya, di mana terlalu banyak berpikir di lapangan dan gagal menjaga ketenangan dalam melakukan eksekusi strategi.
"Kami sudah berusaha tapi belum beruntung. Sebenarnya tidak lagi meraba-raba kekuatan lawan karena kami sudah cukup sering bertemu, tapi hari ini mereka memang lebih siap," ujar Rehan.
Kekalahan serupa juga dialami pasangan muda Amri/Nita yang harus takluk dari duet tuan rumah unggulan kedelapan, Hiroki Midorikawa/Natsu Saito, usai melewati laga ketat dengan skor 21-23, 21-18, dan 14-21.
Baca Juga: Jepang Terbuka: Tertinggal Lebih Dulu, Ana/Tiwi Bangkit untuk Amankan Tiket Babak 16 Besar
Amri menyebut bahwa pola permainan mereka sudah sesuai rencana, namun lawan tampil sangat disiplin dan tidak mudah membuat kesalahan sendiri. Ia juga mengalami gangguan fisik di gim ketiga yang mempengaruhi pergerakannya.
"Secara pola permainan sebenarnya sudah masuk, tapi lawan sangat sabar dan ulet. Di gim ketiga kaki kanan bagian belakang aaya terasa sakit, jadi pergerakan tidak seleluasa dua gim sebelumnya," kata Amri.
Nita juga menyoroti kegagalan mereka dalam mengelola poin di momen-momen kritis, termasuk kesalahan servis yang berujung hilangnya momentum.
"Kami sudah mencoba semua apa yang kami bisa. Tapi di poin-poin kritis harus diperbaiki, tadi ada servis mati. Itu tidak boleh lagi. Rasa berani dan konsistensi saat reli juga harus ditingkatkan, fokus dan telaten mengarahkan bola," kata Nita.
Kekalahan ini membuat harapan Indonesia di sektor ganda campuran tinggal bertumpu pada Jadar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.
Untuk bisa mengamankan tiket perempat final, Jafar/Felisha harus lebih dulu mengatasi perlawanan unggulan empat asal Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









