Akurat

Jepang Terbuka: Jonatan Christie dan Gregoria Mariska Langsung Tersingkir di Putaran Pertama

Leo Farhan | 15 Juli 2025, 16:45 WIB
Jepang Terbuka: Jonatan Christie dan Gregoria Mariska Langsung Tersingkir di Putaran Pertama
 
AKURAT.CO, Dua pebulutangkis tunggal putra andalan Indonesia, Jonatan Christie dan Gregoria Mariska Tunjung, sudah harus tersingkir babak pertama Jepang Terbuka 2025.
 
Jonatan Christie dan Gregoria Mariska Tunjung dikalahkan wakil tuan rumah di babak pertama Jepang Terbuka 2025 berlangsung di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Jepang, Selasa (15/7).
 
Jonatan yang turun sebagai unggulan keempat di Jepang Terbuka kali ini harus mengakui keunggulan Kenta Nishimoto dalam laga dua gim langsung dengan skor 13-21 dan 12-21. Penampilan Jonatan jauh dari performa terbaiknya meski sebelumnya merasa sudah berada dalam kondisi yang cukup baik.
 
 
"Sebenarnya kemarin persiapan sudah sangat baik, kondisi juga sangat baik, tetapi tadi masih banyak melakukan kesalahan sendiri yang seharusnya bisa (bermain) lebih baik," kata Jonatan melalui keterangan resmi yang diterima Akurat.co.
 
Pebulutangkis tunggal putra peringkat empat dunia itu mengakui bahwa ia belum mampu mengelola permainan secara sabar menghadapi gaya permainan bertahan Nishimoto yang ulet.
 
"Saya harus bisa lebih sabar lagi, tidak terburu-buru, meningkatkan ketenangan, apalagi bertemu dengan lawan yang ulet seperti Nishimoto,” katanya.
 
Sementara itu, di sektor tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung yang datang dengan status unggulan kedelapan juga harus angkat koper lebih awal usai takluk dari Riko Gunji, juga melalui straight set dengan skor 10-21 dan 12-21.
 
Walau senang bisa kembali bertanding setelah beberapa bulan absen karena vertigo, pebulutangkis tunggal putri yang karib disapa Jorji itu menyebut hasil ini jauh dari harapannya. Penampilannya masih di bawah standar dan kesulitan mengendalikan permainan ketika berada dalam tekanan.
 
 
"Secara hasil memang belum sesuai dengan yang diinginkan. Permainan saya sama sekali belum baik, di sisi lain lawan bermain sangat berani dan bisa mengontrol pertandingan," kata Gregoria.
 
Faktor fisik dan mental disebut Gregoria menjadi dua hal yang perlu segera diperbaiki. Ia merasa gagal mengubah tekanan menjadi motivasi dan justru kehilangan kontrol permainan.
 
"Selain fisik yang masih jadi catatan, tadi di lapangan saya merasa ketika kondisi tertekan saya tidak bisa menjadikan itu sebuah pacuan, malah justru terbawa suasana, agak panik dan tidak bisa kontrol," katanya.
 
Meski gagal di Tokyo, Gregoria bertekad bangkit di turnamen berikutnya. Ia menjadikan kekalahan ini sebagai evaluasi untuk tampil lebih siap di ajang Super 1000 China Terbuka 2025 pada pekan depan.
 
"Ketika tampil jelek minggu ini, pasti minggu depan saya harus tampil lebih baik dan saya tahu itu tidak mudah. Maka persiapan selama di sini jelang China Open saya akan matangkan lagi," tutupnya.
 
Hasil ini membuat Indonesia menyisakan dua wakil dari sektor tunggal putra lewat Alwi Farhan dan Anthony Sinisuka Ginting. Sementara di sektor tunggal putri, hanya Putri Kusuma Wardani seorang yang tersisa.
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H