AKURAT.CO, Tim bulutangkis Indonesia berhasil membawa pulang empat gelar juara dari ajang Singapore International Challenge 2025 yang bergulir di SBH East Coast @Expo, Singapura, 18-23 Februari 2025.
Skuad Merah Putih bahkan mampu menghadirkan laga all Indonesian final pada sektor tunggal putra yang mempertemukan Moh Zaki Ubaidillah dan Prahdiska Bagas Shujiwo.
Pada laga ini, Ubed berhasil meraih gelar perdananya di tahun 2025 usai mencatatkan kemenangan straight set atas sang kolega dengan skor akhir 21-15 dan 21-17.
Baca Juga: Masuk Tim Utama Pelatnas PBSI, Ubed Ingin Segera Sumbang Gelar"Saya mengucap syukur
alhamdulillah bisa mengambil gelar pertama saya di tahun ini," ucap Ubed-sapaan akrab Moh Zaki Ubaidillah-lewat keterangan resmi yang diterima
Akurat.co.
"Walau juara tapi saya masih harus meningkatkan fisik dan mental pertandingannya. Saya harus lebih berani di lapangan."
Menanggapi pencapaian yang diraih anak-anak asuhnya di ajang International Challenge, Pelatih Sektor Tunggal Putra Pratama PBSI, Indra Widjaja, bersyukur dan mengapresiasi pencapaian yang didapatkan oleh Ubed dan Bagas.
"Pertama saya bersyukur atas pencapaian ini. Saya juga senang karena anak asuh saya menunjukkan permainan yang maksimal, semangat yang tinggi dan
all out," kata Indra.
"Sejauh ini sinergi saya dengan anak-anak berjalan cukup baik. Saya mengapresiasi kerja keras mereka di sini, bukan hanya untuk Ubed dan Bagas tapi juga Reza (Muhammad Reza Al Fajri)."
Baca Juga: Indonesia International Challenge 2024: Rebut Tiga Gelar, Tim Merah Putih Keluar sebagai Juara UmumIndra berharap prestasi ini terus berlanjut ke depan lantaran target pemain pratama adalah agar bisa menembus level utama untuk menggantikan senior-seniornya seperti Jonatan Christie ataupun Anthony Sinisuka Ginting.
"Di pratama (Bagas dan Reza) pasti tujuannya adalah menembus level utama. Kami harus bertumbuh dan berkembang secara positif. Semoga mulai dari sini akan berlanjut ke turnamen-turnamen berikutnya," kata Indra berharap.
Sebelumnya, gelar juara sudah lebih dulu disumbangkan oleh pasangan ganda campuran Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti yang menundukkan wakil Thailand, Phuwanat Horbanleukit/Fungfa Korpthammakit, dengan skor 21-19 dan 21-16.
Sementara di sektor tunggal putri, Ruzana yang datang sebagai unggulan ketujuh mampu mengunci gelar setelah menyingkirkan perlawanan wakil India, Unnati Hooda, yang datang sebagai unggulan keempat dengan
straight set 21-17 dan 21-16.
Sedangkan gelar terakhir berhasil dipersembahkan dari sektor ganda putra lewat pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin usai menaklukkan wakil tuan rumah, Eng Keat Wesley Koh/Junsuke Kubo, lewat laga ketat dengan skor 21-18, 18-21, dan 22-20.
"Puji Tuhan kami diberi kelancaran pada pertandingan ini. Kami benar-benar tidak menyangka bisa juara di turnamen pertama kami berpasangan," ujar Joaquin.
"Tidak ada strategi khusus, pelatih hanya meminta kami bermain bagus dan itu bisa membuat kami lebih all out pada setiap permainan. Kami juga selalu percaya pada kemampuan diri sendiri."
Sayang, sektor ganda putri belum mampu mengikuti langkah juara keempat sektor lainnya. Siti Sarah Azzahra/Agnia Sri Rahayu harus puas keluar sebagai
runne-rup usai melakoni laga
rubber set dengan skor 17-21, 21-15, dan 14-21 melawan wakil Korea Selatan, Jang Eun Seo/Lee Seo Jin.