Akurat

Final BWF: Aryono Miranat Sebut Anak Asuhnya Adaptasi Arena dan Mengenal Laju Shuttlecock

Leo Farhan | 9 Desember 2024, 23:25 WIB
Final BWF: Aryono Miranat Sebut Anak Asuhnya Adaptasi Arena dan Mengenal Laju Shuttlecock
 
 
AKURAT.CO, Sebanyak enam wakil Indonesia bakal ambil bagian di BWF World Tour Finals (WTF) 2024 atau Final BWF yang berlangsung di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium, Hangzhou, China, 11-15 Desember 2024.
 
Dari enam wakil yang dikirim ke Final BWF, dua di antaranya adalah wakil dari sektor ganda putra atas nama Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.
 
Jelang tampil di turnamen penutup musim, Pelatih Kepala Ganda Putra Pelatnas PBSI, Aryono Miranat, menyebut pasukannya saat ini tengah coba memaksimalkan adaptasi arena pertandingan Final BWF. Apalagi tim bulutangkis Indonesia baru tiba di Chengdu pada Minggu (8/12) kemarin.
 
 
"Setelah kemarin seharian dalam perjalanan, tadi di latihan fokusnya pertama adalah memulihkan kondisi fisik. Kedua pastinya adaptasi lapangan, pencahayaan, arah angin dan laju shuttlecock," kata Aryono di Hangzhou melalui keterangan resminya, Senin (9/12).
 
"Mudah-mudahan besok kondisi Fajar/Rian sudah lebih baik, sudah pulih 100 persen. Baru setelah itu akan fokus ke pola dan strategi permainan."
 
Tim bulutangkis Indonesia tiba di Hangzhou, China, pada Minggu (8/12) malam dan langsung menjajal lapangan pertandingan di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium, hari ini, Senin (9/12).
 
 
Menjajal arena pertandingan untuk pertama kalinya, Fajar/Rian menyebut tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan antara tahun ini atau tahun sebelumnya saat mereka tampil di WTF.
 
"Kondisi lapangan sama saja dengan tahun lalu, tidak ada perbedaan. Dilihat dari situasi dan kondisi serta cuaca yang dingin juga kurang lebih sama. Pengalaman dari tahun lalu kami harus bisa pelajari," tutur Rian.
 
"World Tour Finals menggunakan sistem round robin. Tidak banyak turnamen dengan format seperti ini di perorangan," terang Fajar.
 
"Jadi menang di partai pertama belum tentu lolos ke semifinal, begitu juga sebaliknya, kalah di partai pertama belum tentu tidak lolos. Kami dari awal sampai akhir harus terus fokus berjuang."
 
Mendapat 60 menit waktu adaptasi coba digunakan dengan maksimal olah Jonatan Christie dan kolega ubtuk latihan
 
Selain itu mereka juga masih mendapatkan satu kesempatan latihan lainnya pada Selasa (10/12) besok jelang laga pembuka yang berlangsung Rabu (11/12).
 
Namun, untuk latihan perdana ini Indonesia tidak diperkuat oleh pasangan ganda campuran Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja dan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang baru tiba setelah turun di Kejurnas PBSI 2024.
 
 
 
 
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H