Akurat

Olimpiade Paris: Raih Perunggu tanpa Bertarung Lawan Marin, Gregoria Bersyukur tapi tidak 'Happy'

Leo Farhan | 4 Agustus 2024, 19:40 WIB
Olimpiade Paris: Raih Perunggu tanpa Bertarung Lawan Marin, Gregoria Bersyukur tapi tidak 'Happy'

AKURAT.CO, Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, memastikan membawa pulang satu medali perunggu Olimpiade Paris 2024.

Gregoria yang kalah di partai semifinal Olimpiade Paris melawan An Se Young, sejatinya harus melakoni laga perebutan tempat ketiga atau perebutan medali perunggu.

Namun, di laga semifinal Olimpiade Paris lainnya yang mempertemukan Carolina Marin vs He Bingjiao tidak berjalan mulus bagi Marin yang merupakan wakil Spanyol yang juga peraih emas Olimpiade Rio 2016.

Baca Juga: Olimpiade Paris: Carolina Marin Cedera, Gregoria Mariska Dipastikan Rebut Perunggu

Marin harus mundur pada gim kedua lantaran mengalami cedera saat memimpin 10-8. Padahal unggulan keempat asal Spanyol itu juga berhasil mengamankan gim pertama dengan skor 21-14.

"Tadi aku lagi stretching, terus Marin jatuh, kebetulan hari ini aku ada tes juga, jadi aku tidak sempat lihat keputusannya bagaimana, cuman katanya diputuskan retired," ucap Gregoria usai laga.

"Bingung ya. Ini musibah untuk Marin, tapi saya bingung bereaksi saja, kaya tidak mau ini terjadi saja. Jujur banget saya bersyukur medalinya, tapi bukan happy gitu (karena Marin cedera)."

Ini merupakan medali pertama tunggal putri Indonesia setelah terakhir Maria Kristin mendapatkan perunggu di Olimpiade Beijing 2008.

Selain itu, ini juga menjadi catatan manis untuk tunggal putri Indonesia yang tak pernah luput membawa pulang medali setelah lolos ke semifinal.

Ketua umum Komite Olimpiade (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari, bahkan menyebut Gregoria mendapatkan mesali perunggu tidak secara "gratis". Medali teraebut adalah buah kerja kerasnya selama ini.

Baca Juga: Gregoria Mariska Tunjung: Perubahan yang Dilakukan An Se Young Bikin Saya tidak Nyaman

"Alhamdulillah BWF sudah mengumumkan secara resmi bahwa Gregoria resmi meraih medali perunggu tunggal putri Olimpiade Paris 2024," kata Okto-sapaan Oktohari, Minggu (4/8).

"Ini adalah sebuah ganjaran, medalinya Gregoria itu bukan dikasih, tapi sebuah perjuangan yang ganjarannya medali. Semua pasti ada hikmahnya. Allah tidak mungkin memberikan medali kepada orang yang salah."

Sementara itu, Chef De Mission (CdM) Olimpiade Paris, Anindya Bakrie. mengungkapkan rasa syukur atas perolehan medali pertama Indonesia di pesta olahraga terakbar dunia tahun ini.

Ia berharap ini bisa menjadi motivasi bagi atlet-atlet Tim Indonesia lainnya yang masih berjuang untuk mendapatkan medali di Olimpiade Paris 2024 ini.

"Alhamdulillah, luar biasa perjuangannya. Ini menjadi inspirasi bagi semua atlet bahwa apapun itu kita tidak boleh menyerah sampai di ujung," jelas Anindya.

"Ini kebanggan buat kita buat Jorji (sapaan Gregoria) memberikan kebanggan buat Indonesia. Penampilan Jorji dari awal sampai hari ini terus naik."

Sejauh ini, Tim Indonesia baru mampu memastikan satu medali perunggu di Olimpiade Paris 2024. Sampai saat ini, Gregoria masih menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang mampu meraih medali.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H