Akurat

Olimpiade Paris: Mental Berperan Penting, Pebulutangkis Indonesia Diminta Main dengan Gembira

Leo Farhan | 12 Juli 2024, 16:44 WIB
Olimpiade Paris: Mental Berperan Penting, Pebulutangkis Indonesia Diminta Main dengan Gembira

AKURAT.CO, Sekretaris Jendral (Sekjen) Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Indonesia (PP PBSI), Fadil Imran, berpesan agar pasukannya bisa bermain dengan santai saat tampil di Olimpiade Paris 2024.

"Saya pesankan ke atlet untuk selalu bermain bahagia dan latihan dengan nyaman, rileks dan yakin (bisa mendapatkan hasil terbaik)," kata Fadil Imran di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Kamis (11/7).

"Ini penting, karena Olimpiade bukan hanya tentang teknis, tapi juga mental dan psikologi.

"Karena kita telah bekerja keras bertahun-tahun dan mempersiapkannya beberapa bulan dengan sangat serius. Sisanya kita serahkan kepada Allah SWT."

Baca Juga: Olimpiade Paris: PBSI tak Sebut Medali Emas sebagai Target, Hanya Pertahankan Tradisi Medali

Tim bulutangkis Indonesia menjadi cabang olahraga (cabor) yang paling banyak meloloskan atlet ke pesta olahraga multievent empat tahun terbesar di dunia tersebut. Yakni total sembilan atlet.

Olimpiade Paris 2024 akan berlangsung dari 26 Juli-11 Agustus 2024. Adapun cabor bulutangkis akan mulai dipertandingkan pada 27 Juli-5 Agustus 2024 di Porte De La Chapelle Arena, Paris.

Cabor bulutangkis menjadi salah satu andalan Indonesia untuk mendulang medali di ajang Olimpiade Paris 2024. Terlebih bulutangkis kerap menyumbangkan kepingan emas untuk Merah Putih.

Sejak bulutangkis dilombakan pertamakali pada Olimpiade Barcelona 1992, tim bulutangkis Indonesia tidak pernah absen menyumbangkan medali emas (kecuali London 2012).

Indonesia terakhir mendapatkan medali emas Olimpiade di Tokyo 2020. Saat itu kepingan emas juga masih disumbangkan dari cabor bulutangkis lewat pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Baca Juga: Olimpiade Paris: Fadil Imran Sebut Menjadi Pahlawan Lebih Penting Ketimbang Bonus Bagi Pebulutangkis

Namun, pada Olimpiade kali ini, PP PBSI, tidak berani bicara banyak terkait peluang Indonesia meraih emas. Pun begitu, Jonatan Christie dan kolega akan tetap berusaha mempertahankan tradisi meraih medali.

"Kalau ditanya target, pasti akan diusahakan yang terbaik," kata Fadil Imran yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Ad Hoc PBSI untuk Olimpiade Paris 2024.

"Ikhtiar sudah dilakukan, doa sudah dipanjatkan. Saya berharap akan ada hasil yang sesuai seperti yang kita harapkan. Minimal tradisi mendapatkan medali bisa dipertahankan."

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H