Akurat

Pasca Asian Games, Kerja Berat Menanti Bulutangkis Menuju Olimpiade Paris

Badri | 6 Oktober 2023, 19:05 WIB
Pasca Asian Games, Kerja Berat Menanti Bulutangkis Menuju Olimpiade Paris

AKURAT.CO, Kegagalan skuat bulutangkis Indonesia di Asian Games Hangzhou 2022 dengan sendirinya langsung mengalihkan pandangan ke ajang terbesar tahun depan: Olimpiade Paris 2024.

Berangkat dari buruknya penampilan di Asian Games, mampukah Indonesia memperbaiki situasi dalam waktu kurang dari sembilan bulan untuk mempertahankan tradisi emas di Olimpiade Paris?

Jika melihat ranking kualifikasi Olimpiade Paris, Indonesia punya enam wakil yang masuk dalam zona lolos. Rinciannya adalah dua di tunggal putra, satu di ganda putra, dan masing-masing satu di nomor tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran.

Baca Juga: Tanpa Medali, Hangzhou 2022 Terburuk Dalam Sejarah Bulutangkis Indonesia Di Asian Games

Menghitung sisa waktu untuk kualifikasi, masih ada sekitar kurang dari enam bulan sampai batas akhir 28 April 2024. Di tahun ini saja, selepas Asian Games ada sembilan turnamen kualifikasi di bawah naungan BWF dengan level minimal World Tour Super 300.

Sementara tahun depan ada sekitar delapan turnamen dengan level minimal World Tour Super 300. Di antaranya adalah Malaysia Terbuka dan Indonesia Masters di Januari dan turnamen bergengsi All England pada Maret.

Pasca Asian Games, sudah terbentang empat turnamen tur Eropa sepanjang Oktober sampi awal November 2023. Diawali dari Finlandia Terbuka pada 10-15 Oktober, para pebulutangkis akan terbang ke Denmark Terbuka, kemudian Prancis Terbuka, dan mengakhiri perjalanan di Jerman untuk Hylo Terbuka pada 5 November 2023.

Baca Juga: Asian Games: Gregoria Tersingkir, Indonesia Dipastikan Tanpa Medali

Dari Eropa, perjalanan kembali ke Asia untuk Korea Masters, Jepang Masters, China Masters, dan India Masters sepanjang November. Adapun di akhir tahun akan ada turnamen penutup musim Final BWF di Guangzhou, China.

Adapun mereka yang berada dalam radar Olimpiade Paris 2024 saat ini adalah Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Gregoria Mariska Tunjung, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, serta Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.

Olimpiade Paris membolehkan maksimal dua wakil dari satu negara untuk setiap sektor. Syaratnya adalah dua atlet bersangkutan berada di ranking 16 besar untuk nomor tunggal dan delapan besar di sektor ganda.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H