Kantongi Modal 15 Medali dari Kejuaraan Asia, Tim MMA Indonesia Makin Pede Tatap Asian Games 2026

AKURAT.CO, Hasil manis di panggung Asia menjadi modal berharga bagi skuad mixed martial arts (MMA) Indonesia.
Keberhasilan membawa pulang 15 medali dari ajang GAMMA Asian Championships 2026 di Putrajaya, Malaysia, mempertegas kesiapan tim dalam menatap gelaran Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Dalam kejuaraan yang berlangsung pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 tersebut, Indonesia sukses finis di peringkat keempat klasemen akhir lewat raihan lima medali emas, lima perak, dan lima perunggu dari berbagai kategori usia.
Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tarung Campuran Indonesia (PB PERTACAMI), Tommy Paulus Hermawan, menegaskan bahwa hasil ini menjadi batu loncatan penting untuk mengukur kedalaman skuad sekaligus mematangkan kesiapan tiga atlet yang sudah dipastikan memegang tiket Asian Games 2026.
"Pencapaian ini menjadi modal penting menuju kejuaraan berikutnya, yaitu Asian Games 2026 di Aichi–Nagoya, Jepang. Saat ini, tiga atlet Indonesia telah berhasil lolos kualifikasi untuk tampil di perhelatan bergengsi tersebut," kata Tommy lewat keterangannya, Minggu (2/8/2026).
Ketiga petarung yang bakal menjadi tulang punggung Indonesia di Asian Games 2026 adalah Gibran Alfarizi, Vallensia Fahira Hotmauli, dan Ananda Wahyu. Ketiganya diproyeksikan tampil pada kategori Traditional MMA dan Modern MMA.
Tommy menjelaskan bahwa ketiga atlet tersebut telah menjalani Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) secara intensif sejak Maret lalu guna mengasah teknik dan mental bertanding.
"Ketiga atlet memiliki pengalaman dan pemahaman teknis yang memadai untuk mewakili Indonesia. Kami akan memastikan mereka mendapatkan persiapan terbaik, baik dari aspek teknik, fisik, strategi, maupun mental," jelas Tommy.
Adapun dalam ajang GAMMA Asian Championships 2026 di Malaysia, lima medali emas Merah Putih dipersembahkan oleh Dominic Gabriel Vincentio (Boys U-14 kelas 46 kilogram), Mutiara Pricilia Rori (Women U-21 kelas 47,6 kilogram), Delvi Nurfadillah (Women kelas 47,6 kilogram), Yusni Nurhayati Hutasoit (Women kelas 56,7 kilogram), serta Jon Setiawan Saragih (Men kelas 65,8 kilogram).
Kepala Tim Pelatih PERTACAMI, Marcos Tulio Machado, memuji daya juang para atlet yang dinilainya menunjukkan grafik performa tertinggi sejak program pembinaan dimulai pada 2024.
"Ini merupakan salah satu penampilan terbaik sejak kami memulai program pada 2024. Disiplin dan komitmen para atlet menjadi faktor utama, terlebih beberapa di antaranya tetap tampil maksimal meski sempat dibayang-bayangi cedera saat persiapan," kata Marcos.
Pasca-kejuaraan di Malaysia, tim pelatih akan fokus menyusun periodisasi latihan tahap akhir sekaligus mempercepat pemulihan fisik para atlet.
Langkah ini diambil agar puncak performa (peak performance) tim MMA Indonesia terencana dengan sempurna saat berlaga di Aichi-Nagoya nanti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana






