Australia Terbuka: Sempat Kesulitan, Aryna Sabalenka Bungkam Perlawanan Petenis Wildcard

AKURAT.CO, Ambisi petenis putri nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, untuk menembus final ajang Grand Slam Australia Terbuka empat kali berturut-turut di edisi 2026 dimulai dengan catatan positif.
Meski sempat mendapatkan perlawanan sengit di awal laga Australia Terbuka, Aryna Sabalenka sukses melaju ke putaran kedua usai menundukkan Tiantsoa Rakotomanga Rajaonah di Rod Laver Arena, Melbourne, Australia, Minggu (18/1).
Bertanding di sesi malam, juara bertahan Australia Terbuka dua kali ini menang dengan skor 6-4 dan 6-1.
Pengalaman Aryna Sabalenka menjadi pembeda saat ia menghadapi tekanan dari sang pemegang wildcard asal Prancis tersebut.
Baca Juga: Australia Terbuka: Aryna Sabalenka Dikepung Armada Amerika Serikat, Iga Swiatek Mengintai
Rajaonah yang merupakan petenis muda berusia 20 tahun itu sempat memberikan kejutan di awal set pertama.
Memilih untuk menerima servis setelah memenangi lemparan koin, ia langsung mencuri break awal dan memimpin atas Sabalenka.
Meski Sabalenka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1, Rajaonah tetap memberikan perlawanan sengit hingga skor imbang 4-4.
Sabalenka mengakui bahwa dirinya sempat kehilangan ritme di awal pertandingan.
"Saya merasa tidak memulai laga dengan performa terbaik dan kesulitan menemukan ritme," ujar Sabalenka sebagaimana dikutip dari laman WTA Tennis.
"Namun, di dua gim terakhir set pertama, saya mulai merasakannya dan mampu memainkan tenis yang lebih baik."
Dominasi Tenaga dan Pengalaman Aryna Sabalenka
Momen krusial terjadi saat kedudukan 5-4 di set pertama. Rajaonah sebenarnya memiliki dua peluang game point untuk memperpanjang napas.
Namun, kematangan Sabalenka membuatnya mampu membalikkan keadaan, mematahkan servis lawan, dan menutup set pertama dalam waktu 45 menit.
Memasuki set kedua, kendali permainan sepenuhnya berada di tangan Sabalenka. Ia tampil lebih berani dengan strategi serve and volley yang ia asah selama latihan.
Baca Juga: Menanti Ratu Baru di Melbourne Park, Aryna Sabalenka Dikepung Dominasi AS dan Ambisi Swiatek
"Saya sangat senang bisa menerapkan serve and volley dalam pertandingan," tambah pemilik empat gelar Grand Slam tersebut.
"Melakukannya saat latihan adalah satu hal, tapi memiliki keberanian melakukannya di pertandingan adalah hal lain. Saya bangga bisa menunjukkan permainan ini."
Meski kalah, Rajaonah meninggalkan lapangan dengan senyuman dan lambaian tangan ke arah penonton yang memberikan standing ovation.
Penampilannya melawan petenis peringkat satu dunia menjadi sinyal positif bagi masa depan kariernya.
Sabalenka pun memberikan apresiasi bagi lawannya yang sempat luput dari radar pengamatannya tersebut.
"Saya belum pernah melawannya dan tidak terlalu banyak tahu tentang permainannya. Saya senang bisa mengatasinya dan menang straight set," jelasnya.
Di babak kedua, Aryna Sabalenka sudah ditunggu oleh petenis kualifikasi asal China, Zhuoxuan Bai.
Bai melaju ke putaran kedua setelah memenangi drama maraton melawan Anastasia Pavluchenkova dengan skor 6-4, 2-6, dan 7-6[10].
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana








