Yusma Deswita Gagal Rebut Perunggu, Akui Banyak PR Usai Debut di ISG 2025

AKURAT.CO Atlet gulat putri Indonesia, Yusma Deswita, belum berhasil membawa pulang medali pada gelaran Islamic Solidarity Games (ISG) 2025 di Riyadh, Arab Saudi.
Turun di kelas 53kg gaya bebas, Yusma harus mengakui keunggulan wakil Kirgistan, Aruuke Kadyrbek Kyzy, pada laga perebutan perunggu di Boulevard Arena, Riyadh, Selasa (18/11) waktu setempat.
Perjalanan Yusma dimulai langsung dari babak perempat final. Ia bertemu wakil Uzbekistan, Sokhida Akhmedova, namun kalah 0–4. Meski tumbang, aturan repechage memberi peluang kedua bagi atlet berusia 23 tahun itu setelah Akhmedova melaju ke final usai mengalahkan Kyzy.
Sayangnya kesempatan itu belum mampu dimaksimalkan. Berhadapan dengan Kyzy di partai perebutan perunggu, Yusma kembali harus menyerah 0–3 meski berupaya mencari kuncian untuk membalikkan keadaan.
"Awalnya saya kalah, tapi karena lawan saya menang di pertandingan lain, saya mendapat kesempatan lagi memperebutkan medali perunggu. Ini pertandingan internasional pertama saya, jadi nervous banget. Baru pertama kali lawan atlet dari negara lain," ujar Yusma usai laga.
Ia mengaku pengalaman perdananya di ajang internasional ini membuka banyak pelajaran penting, terutama soal kebutuhan memperkuat aspek fisik untuk dapat bersaing dengan pegulat dunia.
"Melihat lawan-lawan tadi, saya sadar masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki, terutama kekuatan fisik. Insya Allah kalau latihan lebih rajin dan disiplin, suatu hari saya bisa bersaing di level mereka," jelas pegulat asal Sumatera Barat itu.
Yusma juga menyoroti beberapa momen krusial di atas matras, di mana serangan yang disiapkan tidak berjalan mulus sehingga memberi celah bagi lawan.
Arahan pelatih sangat membantu, tapi beberapa gerakan saya sempat gagal. Saat lawan berhasil mengunci, saya sudah tidak bisa berbuat apa-apa," tuturnya.
Indonesia kini menantikan giliran dua pegulat lainnya yang masih akan bertanding, yakni Varadisa Septi Putri Hidayat di kelas 76kg freestyle dan Desi Sinta di kelas 68kg freestyle. Mereka diharapkan mampu menambah peluang medali dari cabang gulat pada ISG 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara








