Indonesia Borong Gelar di Ajang Woodball Indonesia Open 2025, Bukti Bukan Jago Kandang
Leo Farhan | 25 Agustus 2025, 19:26 WIB

AKURAT.CO, Dominasi Indonesia kembali terbukti di ajang 7th AICE Indonesia Open 2025, turnamen woodball yang berlangsung di JSI Resort, Bogor, Minggu (24/8). Tuan rumah tampil perkasa dengan memborong medali emas di hampir semua nomor, baik beregu, ganda, maupun individu.
Di nomor stroke beregu putra, tim Indonesia A tampil tak terbendung dengan skor 325, unggul jauh atas Hong Kong China B (338) yang meraih perak, dan Hong Kong China A (345) yang meraih perunggu.
Sapu bersih podium juga terjadi di sektor beregu putri, di mana Indonesia A (352) meraih emas, disusul Indonesia C untuk perak (353) dan Indonesia B untuk perunggu (355).
Kedigdayaan berlanjut di nomor double. Pasangan Moh. Habibullah/G. Raffa Rizqi Thariqy meraih emas putra dengan skor 89, hanya unggul tipis dari wakil Hong Kong China. Di sektor putri, duet Nova Lourensia/Ardiningrum June Candrawati tampil solid dengan catatan skor 91 untuk merebut emas.
Hasil gemilang juga lahir dari sektor individu. Sumariyanto Ahris menjuarai nomor putra stroke dengan skor 121, sedangkan Saraswati Ni Luh Made Tahlia menjadi bintang putri dengan skor 123.
Kontingen Indonesia bahkan mampu menguasai podium fairway men single lewat Joko Wuryantoro (emas), Ardiyansyah (perak), dan Hanindya Amadeo Aska Hideki (perunggu).
Selain itu, momen spesial mampu tercipta ketika atlet Indonesia, Untung Ariska, mencatatkan tembakan sempurna di kategori gate-in-one pada Gate B9. Aksi tersebut tidak hanya mengundang sorotan, tetapi juga menghadiahkan bonus senilai $500 dolar AS.
Ketua Umum Indonesia Woodball Association (IWbA), Aang Sunadji, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Menurutnya, hasil di Indonesia Open 2025 kali ini menegaskan kesiapan Indonesia menjadi salah satu kekuatan utama woodball Asia.
"Selamat kepada seluruh atlet atas prestasi cemerlang ini. Semangat juang dan konsistensi kalian telah mengharumkan nama bangsa. IWbA akan terus mendukung pembinaan agar atlet semakin siap bersaing di level internasional," ujar Aang.
Lebih lanjut, Aang menyinggung soal tekanan besar yang sempat dirasakan para atlet ketika tampil di rumah sendiri. Namun, hal tersebut malah berbuah motivasi yang akhirnya menghasilkan prestasi terbaik bagi Merah Putih.
"Tagline Bukan Jago Kandang awalnya sempat membuat para atlet khawatir tidak mampu memenuhi ekspektasi publik," jelas Aang.
"Namun, justru tekanan itulah yang berubah menjadi energi positif untuk membuktikan bahwa woodball Indonesia bisa berjaya, bukan hanya di luar negeri, tetapi juga di rumah sendiri."
Capaian ini sekaligus menjadi modal penting bagi tim nasional woodball Indonesia dalam menatap agenda internasional berikutnya, termasuk SEA Games Thailand 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Tiga Laga Menanti di Grup A
- 9Prabowo Pantau Penanganan Karhutla, Sebanyak 209,78 Hektare Masih Proses Pemadaman
- 10Komisi III DPR Berkomitmen All Out Jadikan RUU Perampasan Aset Super Prioritas







