Anthony Joshua Berpotensi Raup Bayaran Terbesar Sepanjang Kariernya Jika Hadapi Jake Paul
Leo Farhan | 14 Agustus 2025, 18:13 WIB
AKURAT.CO, Petinju kelas berat asal Inggris, Anthony Joshua, berpeluang menerima bayaran terbesar sepanjang kariernya jika jadi menghadapi Jake Paul pada 2026.
Negosiasi antara kedua kubu disebut masih berlangsung intens dan laga ini diprediksi bisa menjadi partai berikutnya bagi Anthony Joshua.
Promotor Anthony Joshua, Eddie Hearn, mengungkapkan bahwa awalnya ia mengira tawaran Jake Paul hanya gimmick. Namun, setelah berbicara langsung, ia meyakini Paul serius ingin menantang Joshua.
Baca Juga: Dillian Whyte: Kalau Masuk Akal dan Ada 'Angkanya', Anthony Joshua vs Jake Paul Kenapa Tidak?
"Awalnya saya pikir ini cuma aksi publisitas, tapi sekarang saya paham. Jake Paul benar-benar yakin bisa mengalahkan Anthony Joshua. Tapi ini bukan YouTube, bukan Disney. Ini zona bahaya," kata Eddie Hearn sebagaimana dikutip dari BBC Sport.
Joshua adalah mantan juara dunia kelas berat dua kali dengan 32 laga profesional. Sementara Paul, yang awalnya terkenal lewat YouTube, baru melewati 13 pertarungan tinju profesional.
Kedua kubu menegaskan laga nanti tidak akan memakai aturan khusus seperti saat Paul menghadapi Mike Tyson yang sudah pensiun dan berusia 58 tahun pada November tahun lalu.
Pertarungan tersebut dikabarkan bakal menggunakan sarung tinju yang lebih besar, maksimal delapan ronde, di mana tiap rondenya berdurasi dua menit.
CEO Most Valuable Promotions, Nakisa Bidarian, yang membentuk MVP bersama Jake Paul, menegaskan bahwa laga melawan Joshua akan digelar layaknya pertarungan profesional penuh.
"Saya tidak khawatir soal keselamatan. Memang ada kesenjangan pengalaman antara keduanya, apalagi Joshua adalah petinju aktif. Peluang Joshua mendaratkan pukulan jelas lebih besar dibanding (ketika Paul melawan) Mike Tyson kemarin," ujar Bidarian.
"Saya ingin memberi Jake waktu lebih lama untuk meningkatkan kemampuannya, tapi kadang kesempatan besar datang sekali. Kalau tidak diambil, bisa hilang selamanya."
Baca Juga: Mike Tyson Kalah Angka Mutlak dari Jake Paul
Hearn menyadari potensi kritik jika laga ini terwujud. Apalagi dunia tinju baru saja berduka usai petinju super-bulu Jepang, Shigetoshi Kotari, meninggal akibat cedera yang diderita awal bulan ini.
Sepanjang kariernya, Paul banyak melawan mantan petarung MMA di ring tinju, bertarung di kelas penjelajah, dan mencatat satu kekalahan dari Tommy Fury. Meski ia mengklaim ingin menjadi juara dunia, banyak pihak meragukan peluangnya.
Bidarian bahkan membandingkan potensi laga ini dengan debut mantan juara UFC, Francis Ngannou, di dunia tinju.
"Ngannou pertama melawan Tyson Fury yang banyak orang nilai lebih hebat dari Joshua dan bertahan sepuluh ronde. Lalu saat melawan Joshua, dia kalah KO cepat. Hal seperti ini biasa terjadi di tinju," jelasnya.
Bayaran Menggiurkan Anthony Joshua vs Jake Paul
Hearn dan Bidarian sepakat laga ini kemungkinan akan digelar di Amerika Serikat. Sebagai perbandingan, pertarungan Paul kontra Mike Tyson di AT&T Stadium, Texas, disaksikan 72.000 penonton.
Meski jumlah pasti belum diungkap, Hearn mengatakan potensi pendapatan Joshua bisa melampaui bayaran terbesarnya selama ini. Laga ulangnya melawan Oleksandr Usyk pada 2022 dilaporkan memberinya hingga 40 juta Poundsterling atau sekitar Rp875 miliar.
"Bayarannya mungkin akan setara atau bahkan melampaui pendapatan terbesarnya. Uniknya, biasanya semakin berbahaya pertarungan, semakin besar bayarannya. Kali ini justru sebaliknya. Ini mungkin laga termudah AJ, tapi justru bisa jadi bayaran terbesar," kata Hearn.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







