Akurat

Cincinnati Terbuka: Panas Ekstrem, Petenis Prancis Arthur Rinderknech Ambruk di Tengah Laga

Leo Farhan | 12 Agustus 2025, 18:45 WIB
Cincinnati Terbuka: Panas Ekstrem, Petenis Prancis Arthur Rinderknech Ambruk di Tengah Laga
 
AKURAT.CO, Petenis asal Prancis, Arthur Rinderknech, terpaksa mengakhiri langkahnya di babak 32 besar Cincinnati Terbuka 2025 usai terjatuh di tengah laga melawan Felix Auger-Aliassime, Senin (11/8) waktu setempat.
 
Suhu panas menyengat yang menembus lebih dari 30 derajat celsius menjadi faktor utama insiden ini. Bertanding hampir dua jam, Arthur Rinderknech yang sempat kalah di set pertama dengan skor 6-7 (4-7) dan berhasil menyamakan kedudukan 2-2 di set kedua.
 
Namun, ia tiba-tiba ambruk di dekat baseline saat Felix Auger-Aliassime bersiap melakukan servis. Wasit dan Auger-Aliassime langsung menghampirinya sebelum tim medis masuk ke lapangan.
 
 
Petenis berusia 30 tahun itu mendapat perawatan dengan kompres es di leher dan kakinya. Ia sempat memutuskan untuk melanjutkan pertandingan, tetapi hanya mampu bertahan dua gim.
 
Arthur Rinderkenech akhirnya menyatakan mundur sekaligus memberi tiket ke babak 16 besar untuk Auger-Aliassime.
 
"Rasanya seperti kami berada di dalam oven. Dia bilang sejak awal sudah tidak merasa enak badan, tapi tetap mencoba bertahan," kata Auger-Aliassime menggambarkan kondisi cuaca ekstrem di lapangan sebagaimana dikutip Puntodebreak.
 
 
"Saat dia jatuh, Anda langsung berpikir apakah ini serius dan bagaimana cara membantunya. Untungnya, dia sekarang baik-baik saja."
 
Turnamen di Cincinnati kali ini memang diwarnai cuaca panas dan kelembapan tinggi. Beberapa hari sebelumnya, petenis Inggris, Cameron Norrie juga terlihat kepayahan saat kalah dari Roberto Bautista Agut.
 
Panas ekstrem serupa pernah terjadi di ajang Wimbledon 2025 dan Australia Terbuka 2025 di mana suhu sempat menyentuh suhu hingga 32–34 derajat Celsius.
 
Pihak penyelenggara turnamen besar seperti Australia Terbuka telah mengadopsi sistem pemantauan Heat Stress Scale sejak 2019 untuk meminimalkan risiko kesehatan pemain.
 
Situasi di Cincinnati ini menjadi pengingat bahwa perlindungan bagi atlet di tengah iklim yang kian ekstrem semakin mendesak untuk bisa segera dilakukan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H