Akurat

Final IBL 2025: Pelita Jaya vs Dewa United, Duel 2 Tim Beda Era

Leo Farhan | 14 Juli 2025, 21:57 WIB
Final IBL 2025: Pelita Jaya vs Dewa United, Duel 2 Tim Beda Era
 
 
AKURAT.CO, Final Indonesian Basketball League (IBL) 2025 bakal mempertemukan dua tim beda era antara Pelita Jaya Jakarta vs Dewa United Banten dalam format best of three (Bo3).
 
Game pertama bakal bergulir di markas Dewa United Banten di Dewa United Arena, Tangerang, Kamis (17/7). Disusul game kedua pada Sabtu (19/7) di markas Pelita Jaya, GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta.
 
Jika kedua tim meraih hasil imbang 1-1, laga penentu bakal berlangsung di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta  pada Minggu (20/7).
 
 
Tak sekadar menjadi penutup musim kompetisi, laga Pelita Jaya vs Dewa United Banten hadir sebagai puncak perjalanan panjang dua tim dengan era berbeda, namun tujuan yang sama yakni menulis sejarah.
 
Di satu sisi, Pelita Jaya Jakarta adalah tim dengan sejarah panjang di kompetisi basket nasional yang sarat kemenangan yang datang sebagai juara bertahan.
 
Di sisi lainnya, Dewa United Banten, adalah tim penantang muda yang baru lima musim berkompetisi di IBL, kini berdiri untuk pertama kalinya di panggung final.
 
Melangkah pertamakali ke partai puncak IBL, pelatih Dewa United Banten, Pablo Favarel, mengaku senang dengan hasil ini namun belum merasa puas. Masih ada pekerjaan yang belum rampung.
 
 
"Perjalanan kami masih panjang, dan saat ini kami hanya fokus pada Pelita Jaya. Kami tahu betapa hebatnya tim mereka, pemain mereka luar biasa, staf pelatihnya juga solid," kata Favarel di CGV Senayan, Jakarta, Senin (14/7)
 
"Kami sadar mereka adalah juara bertahan. Mereka punya pemain dan pelatih yang sudah pernah menang sebelumnya. Tapi di tim kami juga ada pemain-pemain berpengalaman yang sudah pernah juara, bahkan lebih dari sekali. Jadi kami akan mengandalkan pengalaman mereka juga."
 
Pelatih yang karib disapa Coach Pablo itu juga menegaskan bahwa fokus timnya swjak awal adalah untuk bisa tumbuh dan berkembang bersama sebagai tim di momen-momen krusial seperti ini.
 
Untuk bisa bersaing dengan Pelita Jaya, Coach Pablo menyebut pertahanan akan menjadi kunci permainan timnya untuk bisa mengamankan gelar IBL pertama mereka.
 
"Semua akan bergantung pada bagaimana kami bertahan. Kami berharap bisa menjalankan gaya main kami di kedua sisi lapangan, dan punya peluang untuk menang," jelas Coach Pablo.
 
Bagi Dewa United Banten, perjalanan menuju final ini merupakan kulminasi dari mimpi panjang. Tiga kali mereka terhenti di semifinal, namun tak sekali pun mengendurkan semangat. Musim demi musim mereka jalani dengan keyakinan bahwa kerja keras dan kesabaran akan membuahkan hasil.
 
Kini, keyakinan itu akhirnya dibayar tuntas. Jika mereka mampu menaklukkan Pelita Jaya di partai puncak, Dewa United Banten tak hanya menjadi juara baru, tetapi juga simbol harapan bagi klub-klub lain yang tengah membangun pijakan dari bawah.
 
Sementara itu, Pelita Jaya Jakarta datang ke final dengan aura dominasi. Setelah menjuarai IBL musim lalu, mereka kembali menunjukkan keperkasaan musim ini.
 
Dari reguler season hingga babak playoff, Pelita Jaya tampil stabil, tajam, dan tenang di tengah tekanan. Jika mampu menang lagi, mereka akan mengukuhkan diri sebagai raja baru di IBL lewat back-to-back championship.
 
"Persaingan (di IBL saat ini) ada di level tertinggi, sangat menantang dan sangat berbeda. Kesua tim sangat kompetitif, tapi sekarang kami sangat siap," kata pelatih Pelita Jaya, Justin Tatum.
 
Tidak ada persiapan khusus bagi Justin Tatum dalam menghadapi Dewa United Banten di laga final nanti. Dia hanya mencoba memastikan pemainnya untuk untuk bisa memainkan ritme permainan mereka.
 
 
 
 
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H