Tiga Kali Kalah di Semifinal, Aryna Sabalenka Akui Punya Hubungan "Benci" dengan Wimbledon

AKURAT.CO, Wimbledon masih belum bisa jinak di tangan petenis ranking satu dunia, Aryna Sabalenka. Tak pelak, Sabalenka kini menyatakan bahwa ia dalam kondisi yang semakin “benci” dengan turnamen grand slam lapangan tanah rumput itu.
Sikap ini ditunjukkan Aryna Sabalenka selepas ia kalah atas petenis asal Amerika Serikat, Amanda Anisimova, di semifinal Wimbledon 2025. Kekalahan ini adalah yang ketiga dalam tiga semifinal Wimbledonnya di empat tahun terakhir.
Aryna Sabalenka tersingkir di semifinal Wimbledon 2021, 2023, dan tahun ini. Adapun pada 2022 ia dilarang mengikuti turnamen sebagai imbas aksi pemerintah negaranya yang mendukung invasi Rusia ke Ukraina.
Baca Juga: Wimbledon: Singkirkan Juara Edisi 2023, Emma Raducanu Tantang Aryna Sabalenka di Putaran 3
“Sulit memikirkannya (bakal bangkit di Wimbledon selanjutnya), tetapi saya harap begitu,” kata Sabalenka sebagaimana dipetik dari The Guardian.
“Saya kalah tiga semifinal, tiga kekalahan yang berat. Lalu saya dilarang bermain (pada 2022). Lalu saya cedera. Jadi saya benar-benar menjalani hubungan yang lebih benci dengan Wimbledon.
“Tetapi saya berharap suatu hari saya bisa membalikkan itu dan memiliki hubungan cinta (dengan Wimbledon).”
Bertarung menghadapi Anisimova di Lapangan Utama All England Lawn Tennis & Croquet Club (AELTC), London, Inggris, Kamis (11/7), Sabalenka takluk dalam pertarungan tiga set berdurasi dua jam 37 menit dengan skor 6-4, 4-6, dan 6-4.
Baca Juga: Wimbledon 2025: Iga Swiatek vs Amanda Anisimova, Duel Juara Baru Sektor Tunggal Putri
Petenis berusia 27 tahun ini mengakui bahwa kekalahan di babak empat besar Wimbledon membinasakan semangatnya. Terutama karena ia sudah berada cukup dekat dengan final dan gelar juara.
“Kalah tidak enak, Anda tahu kan? Anda selalu merasa ingin mati, Anda tidak ingin ada lagi, dan ini adalah akhir hidup Anda,” tutur Sabalenka.
“Setiap kali Anda bersaing di turnamen, Anda melaju ke babak akhir, Anda berpikir Anda semakin dekat dengan impian Anda. Kemudian Anda kalah, dan Anda merasa seperti, oke, ini sudah selesai.”
Wimbledon juga menjadi satu-satunya turnamen grand slam di mana Sabalenka belum pernah mencapai final. Sabalenka telah mengoleksi dua gelar Australia Terbuka, satu Amerika Serikat Terbuka, dan sekali final di Roland Garros.
Adapun Amanda Anisimova akan menghadapi eks petenis ranking satu dunia asal Polandia, Iga Swiatek, di final sektor tunggal putri 2025. Laga final akan digelar di AELTC pada Sabtu (12/7).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









