Jelang Wimbledon, Nick Kyrgios Kenang Pergi ke Psikiater setelah Dikalahkan Rafael Nadal

AKURAT.CO, Petenis eksentrik asal Australia, Nick Kyrgios, harus absen di Wimbledon tahun ini karena belum sepenuhnya pulih dari cedera. Namun, Wimbledon tetaplah turnamen yang merupakan puncak dalam kariernya.
Dalam wawancara dengan The Guardian, Nick Kyrgios menceritakan bagaimana ia harus pergi ke psikiater ketika menghadapi Rafael Nadal pada 2019 dan keyakinannya bahwa ia bisa menang menghadapi Novak Djokovic pada final 2022.
Pada 2014, Nick Krygios mengalahkan Nadal di putaran keempat Wimbedon di usianya yang masih 19 tahun. Lima tahun kemudian, atlet keturunan Yunani-Malaysia ini dikalahkan Nadal di putaran kedua dan pergi ke psikiater setelah laga.
Baca Juga: Djokovic-Kyrgios Gagal Perpanjang Rekor Ganda, Takluk di Perempat Final Brisbane International
“Saya harus pergi dan bermain melawan Nadal keesokan harinya. Saya benar-benar tak punya pilihan,” kata Kyrgios.
“Bermain melawan Nadal di Wimbledon dan kalah dalam empat set yang ketat? Saya sangat bangga. Saya bangga karena bisa melewati (depresi).”
Aksinya di lapangan juga membuat Kyrgios menjadi penyuluh sejumlah anak-anak yang mengirimkan pesan padanya tentang kecenderungan bunuh diri. Sang petenis menyebut bahwa banyak anak-anak terinspirasi dengan sikapnya untuk lepas dari depresi.
“Siapapun yang bilang bahwa saya bukanlah teladan tidak tahu apa yang saya lewati sehari-hari,” kata Kyrgios.
“Mereka tidak menghadapi anak-anak yang mengirimkan pesan meminta nasehat sambil bilang, ‘saya punya pikiran bunuh diri dan kamu adalah satu-satunya alasan mengapa saya menemukan jalan saya’.”
Baca Juga: Setelah Absen Dua Tahun, Nick Kyrgios Dinantikan Australia Terbuka Tahun Depan
Tentang kekalahannya di final Wimbledon 2022, Kyrgios sama sekali tak menyesal. Namun, ia mengakui bahwa kekalahan tersebut masih seringkali melintas di pikirannya.
“Hanya sedikit (selisih) poin (di final melawan Djokovic) di sana-sini, jika saya bersikap sedikit berbeda, saya akan mendapatkan gelar Wimbledon. Tetapi tak perlu malu kalah dari (petenis) terbaik sepanjang masa,” kata Krygios.
“Apakah saya sering memikirkannya? Ya. Apakah saya memikirkan apa yang seharusnya saya lakukan? Ya. Apakah persiapan saya semestinya lebih baik? Tidak. Saya bersiap dengan luar biasa.”
Wimbledon sendiri akan digelar di All England Lawn Tennis Croquet, London, Inggris, 30 Juni–13 Juli 2025.
Turnamen grand slam lapangan rumput ini menyediakan hadiah total 53,5 juta Poundsterling yang merupakan tertinggi sepanjang sejarah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 7FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 8Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana








