AKURAT.CO, Coco Gauff bangkit dari ketertinggalan satu set dari Aryna Sabalenka untuk meraih gelar Prancis Terbuka pertamanya sekaligus gelar Grand Slam kedua sepanjang kariernya.
Pada laga final Prancis Terbuka yang bergulir di lapangan Philippe-Chatrier, Paris, Prancis Sabtu (7/6), itu, Coco Gauff yang tertinggal di set pembuka mampu membalikkan keadaan untuk meraih kemenangan 6-7(5), 6-2 dan 6-4.
Setelah kalah tipis di set pertama, petenis Amerika Serikat berusia 21 tahun itu menunjukkan permainan spektakuler untuk meraih kemenangan usai berjuang selama dua jam 38 menit di laga puncak Prancis Terbuka kali ini.
Baca Juga: Prancis Terbuka: Final Ideal Tunggal Putri, Aryna Sabalenka vs Coco Gauff "Saya mengalami banyak hal ketika kalah di final tiga tahun lalu. Jadi berada di sini sangat berarti," kata Coco Gauff dalam wawancara pasca pertandingan.
Gauff menjadi petenis Amerika pertama dalam satu dekade terakhir yang mampu meraih kemenangan di Paris sejak Serena Williams memenangi gelar Prancis Terbuka ketiganya pada 2015.
Di usianya yang masih 21 tahun, Gauff juga mampu menjadi petenis Amerika termuda yang memenangi gelar Roland Garros sejak gelar Prancis Terbuka pertama Serena Williams pada 2002.
Sementara itu bagi Sabalenka, walaupun menjadi petenis putri pertama sejak Serena Williams yang mampu mencapati tiga final Grand Slam berturut-turut, namun dia harus kalah dua kali di partai final dari petenis Amerika.
Hasil tersebut jelas cukup menyakitkan baginya dan Sabalenka tidak dapat menahan air mata selama wawancara di lapangan.
"Ini sangat menyakitkan. Terutama setelah dua minggu yang sulit, untuk bermain tenis dengan hebat dalam kondisi yang buruk ini," kata Sabalenka dikutip The Guardian.
"Coco, Selamat. Kamu jauh lebih baik dari saya, kamu seorang pejuang. Selamat atas dua minggu yang hebat, dan selamat atas grand slam kedua."
Hasil ini sekaligus membawa Gauff unggul head-to-head atas Sabalenka menjadi 6-5 secara keseluruhan, 2-1 di lapangan tanah liat, dan 2-1 di ajang Grand Slam.
Namun, kemenangan ini tidak merubah peringkat kedua petenis di mana Sabalenka masih bertengger di peringkat satu dunia dan Gauff berada di bawahnya di peringkat dua.