Akurat

Red Sparks Batal Datang ke Indonesia, Ketidaksesuaian Jadwal Kompetisi Jadi Kendala

Leo Farhan | 15 April 2025, 17:31 WIB
Red Sparks Batal Datang ke Indonesia, Ketidaksesuaian Jadwal Kompetisi Jadi Kendala
 
AKURAT.CO, Tim bola voli putri asal Korea Selatan, Daejeon CheongKwanJang Red Sparks, tahun ini batal datang ke Indonesia. Ketidaksesuaian jadwal kompetisi antara Liga Korea dan Indonesia jadi kendalanya.
 
Meski demikian, kolaborasi dan kerjasama untuk musim mendatang tetap terbuka lebar. Apalagi sebelumnya Red Sparks sangat tertarik hadir kembali ke Indonesia usai menyelesaikan musim V-League 2024-2025 yang berakhir awal April ini.
 
Pasalnya, pada waktu yang sama, klub-klub voli di Indonesia masih terlibat aktif dalam musim Proliga 2025 yang baru akan rampung pada 11 Mei 2025 mendatang. Sehingga tidak memungkinkan mengadakan pertandingan persahabatan.
 
 
"Keputusan ini bukanlah titik akhir dari kolaborasi. Komunikasi positif tetap kami jaga dengan Red Sparks, dan kami optimistis akan menemukan momen yang lebih ideal di musim mendatang," kata Direktur LPDUK/Inaspro, Ferry Kono, di Jakarta, Selasa (15/4)
 
Alternatif waktu sebenarnya sempat ditawarkan Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) atau Inaspro bersama tim penyelenggara, yakni pasca Proliga 2025 di awal Mei.
 
Sayang, tim Red Sparks menyampaikan bahwa seluruh pemain dan staf telah memiliki agenda padat hingga akhir Juli. Mereka harus kembali ke program latihan untuk menyambut musim V-League 2025-2026 di bulan Agustus.
 
Hasilnya, tidak ditemukan titik waktu yang ideal bagi kedua belah pihak untuk merealisasikan agenda tersebut di tahun ini.
 
Kabar ini juga mendapatkan perhatian dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo. Dito menegaskan bahwa kendala utama bukan pada niat atau kesiapan penyelenggara Indonesia, melainkan sepenuhnya terkait penyesuaian jadwal antar liga dan ketersediaan pemain.
 
"Red Sparks mengusulkan datang di bulan Mei, tapi saat itu para atlet kita masih berlaga di Proliga. Usulan April dan Juni juga berbenturan dengan jadwal mereka. Jadi ini murni masalah waktu," kata Dito, Senin (14/4).
 
 
Menpora berharap jika kunjungan Red Sparks selanjutnya bisa direalisasikan musim depan. Kemungkinan bintang voli Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, bisa turut serta berpartisipasi.
 
Dalam menghadapi berbagai spekulasi publik, LPDUK menegaskan bahwa seluruh persiapan teknis sebenarnya telah dilakukan dengan matang. Tidak ada persoalan logistik atau kesiapan lokal, terlebih ini bukan kali pertama Indonesia mengundang Red Sparks.
 
Penundaan ini sepenuhnya didasari pertimbangan rasional agar kolaborasi di masa depan dapat berjalan optimal dan memberi dampak lebih besar bagi pengembangan olahraga dan diplomasi budaya antara Indonesia dan Korea Selatan.
 
Kolaborasi yang tertunda bukan berarti semangat berhenti. Justru dari proses ini, LPDUK semakin terdorong untuk merancang inisiatif-inisiatif baru yang mampu menghadirkan semangat kompetitif dan inspirasi bagi atlet, klub, serta pecinta voli di seluruh Nusantara.
 
"Kami tak hanya menatap kerja sama internasional, tetapi juga terus memperkuat fondasi olahraga nasional. Tunggu saja, akan ada hadiah kejutan yang sedang kami siapkan khusus untuk seluruh pencinta bola voli Indonesia," tutup Ferry Kono.
 
Dengan semangat sportivitas dan visi jangka panjang, LPDUK berharap dunia voli Indonesia akan terus tumbuh, tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi lintas negara, budaya, dan generasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H