Juara di Qatar Terbuka, Amanda Anisimova Raih Gelar WTA 1000 Pertama dalam Kariernya

AKURAT.CO, Amanda Anisimova meraih gelar WTA 1000 pertamanya di Turnamen Qatar Terbuka 2025 usai menundukkan Jelena Ostapenko di babak final.
Petenis putri Amerika Serikat berusia 23 tahun itu menang atas Jelena Ostapenko dengan skor straight set 6-4, 6-3 di Khalifa International Tennis and Squash Complex, Doha, Qatar, Sabtu (15/2).
"Saya sangat senang dengan penampilan dan level saya di sini dan bisa meraih gelar 1000 pertama sungguh istimewa bagi saya," kata Amanda Anisimova dikutip laman WTA Tennis.
Baca Juga: Qatar Terbuka: Alexandrova Balaskan Dendam atas Raducanu, Anisimova Atasi Eks Ranking 1 Dunia
Pertandingan sempat tertunda pada set kedua selama 20 menit karena hujan yang mengguyur lapangan Khalifa International Tennis and Squash Complex.
Tidak terganggu dengan jeda hujan, Amanda Anisimova kembali ke lapangan dengan permainan yang lebih solid dengan memenangkan tiga gim terakhir untuk mengklaim gelar terbesar sepanjang keriernya.
"Sebenarnya cukup menegangkan, terutama dengan hujan saat kedudukan 3-3. Tapi, saya berusaha untuk tetap fokus," kata Anisimova.
Baca Juga: Singkirkan Juara Bertahan, Anisimova Tantang Unggulan Pertama
"Tidak banyak yang bisa kami lakukan dengan kondisi seperti itu. Namun, saya pikir pertandingan itu sangat penting, dan senang pertandingan tersebut bisa berjalan sesuai yang saya inginkan."
Ini adalah final WTA 1000 kedua Anisimova setelah sebelumnya dia juga mampu mencapai partai puncak di Toronto pada musim panas lalu.
Gelar ini sekaligus menjadikan Anisimova sebagai petenis Amerika pertama yang memenangi gelar Qatar Terbuka sejak Monica Seles pada 2002 silam.
Anisimova saat ini ada di peringkat 41 dunia namun dia kini diambang kemungkinan menembus peringkat 20 besar.
Gelar Qatar Terbuka 2025 juga merupakan gelar WTA ketiga sepanjang kariernya dan yang pertama sejak Melbourne Summer Set pada 2022 silam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









