Akurat

SBY: PBVSI Harus Pikirkan Batas Gaji Pemain Asing di Proliga 2025

Leo Farhan | 17 Desember 2024, 20:00 WIB
SBY: PBVSI Harus Pikirkan Batas Gaji Pemain Asing di Proliga 2025
 
 
AKURAT.CO, Proliga 2025 rencananya akan diikuti oleh 12 klub peserta dengan lima klub putra dan tujuh klub putri. Di mana kompetisi.rencananya akan bergulir pada 3 Januari-11 Mei 2025.
 
Namun, jelang bergulirnya liga bola voli tertinggi di tanah air ini, kritikan datang dari pemilik salah satu klub peserta Proliga 2025 Jakarta LavAni, Susilo Bambang Yudhoyono yang biasa disapa SBY.
 
Mantan Presiden Republik Indonesia itu mengkritisi ketimpangan gaji antara pemain asing dan pemain lokal pada kompetisi Proliga 2025. SBY menganggap hal ini sebagai salah satu alasan menurunnya peserta Proliga 2025.
 
 
Hal tersebut disampaikan SBY dalam cuitan di laman media sosial X pribadinya. Dia mengatakan bahwa kesenjangan gaji pemain menjadi pekerjaan rumah Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) yang harus segera dibenahi.
 
"Kalau tidak ditambah satu tim bentukan PBVSI, praktis hanya tinggal empat klub (putra) yang mengikuti Proliga Tahun 2025 ini. Dalam kaitan ini, PBVSI perlu mencari tahu mengapa penurunan ini terjadi," kata SBY dalam cuitannya.
 
"PBVSI patut menelaah apakah penurunan ini dikaitkan dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh tiap klub. Kalau jumlahnya makin besar atau kelewat besar, saya kira klub yang ada sulit untuk membiayainya.
 
"Beredar luas pula bahwa salary atau gaji untuk pemain asing juga memiliki peningkatan yang sangat tajam, di luar kemampuan klub-klub yang ada di Tanah Air. Saya menyarankan agar PBVSI memikirkan adanya salary cap atau batas maksimal gaji bagi pemain asing."
 
 
Menurut SBY, selisih gaji antara pemain asing dan pemain lokal semestinya tidak boleh terlalu jauh. Pasalnya, pemain lokal juga punya prestasi yang tidak kalah mentereng dengan pemain-pemain asing.
 
Selain itu, SBY menduga peningkatan gaji atlet asing yang tidak dibatasi menjadi penyebab demotivasi di kalangan klub-klub bola voli di Tanah Air.
 
Mereka merasa tidak mampu bersaing sehingga terjadi penurunan peserta, terutama di kategori putra yang menyusut menjadi lima tim.
 
"Tidak semua klub memiliki kemampuan pembiayaan yang tinggi. Klub-klub yang dibentuk oleh BUMN tertentu pasti memiliki batas anggaran yang bisa dikeluarkan," kata SBY.
 
Kompetisi liga bola voli kasta tertinggi di Indonesia itu akan berlangsung 3 Januari 2025 sampai dengan 11 Mei 2025. Rencananya ajang ini akan dihelat di sebelas kota besar di Indonesia.
 
Di tahun ini total ada 12 peserta yang akan berpartisipasi, yang terdiri dari lima tim putra dan tujuh tim putri. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun lalu.
 
Jumlah tim putri itu sama dengan musim lalu, tetapi tim putra kehilangan Kudus Sukun Badak dan Jakarta BIN. Sedangkan tim putri, Jakarta BIN juga dipastikan absen dalam edisi 2025. 
 
Tim yang musim lalu diperkuat oleh Megawati Hangestri Pertiwi fn berstatus juara bertahan Proliga itu tidak melanjutkan kontrak. Posisi mereka digantikan oleh Yogya Falcons sebagai pendatang baru.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H