AKURAT.CO, Pemilik dua gelar grand slam lapangan permukaan keras musim ini, Aryna Sabalenka, berhasil menggeser sebelas bulan takhta Iga Swiatek dari puncak peringkat WTA.
Setelah sukses mempertahankan gelar Australia Terbuka di awal musim ini, Aryna Sabalenka kembali menduduki peringkat puncak dunia untuk kedua kalinya.
Namun tak satupun dari keduanya tampil minggu lalu. Iga Swiatek harus turun ke posisi kedua setelah mendapat penalti poin lantaran gagal berkompetisi dalam enam kejuaraan wajib WTA 500.
Petenis asal Polandia berusia 23 tahun itu hanya berkompetisi dalam dua turnamen. Ia belum tampil sejak AS Terbuka pada September lalu setelah memutuskan absen di tur Asia lantaran kelelahan.
Iga Swiatek bahkan mampu memimpin peringkat dunia dengan lebih dari 4.000 poin pada satu periode setelah memenangi lima gelar dalam enam bulan pertama di musim 2023.
Namun, Aryna Sabalenka perlahan-lahan mampu mengejar selisih poin tersebut pada paruh kedua tahun ini.
Termasuk dengan memenangi gelar di Cincinnati dan Wuhan ditambah kemenangan di AS Terbuka di Flushing Meadows.
Adapun Swiatek masih berpeluang kembali ke puncak peringkat dunia dengan mempertahankan gelar ajang Final WTA.
Final WTA adalah kejuaraan penutup musim ini yang berlangsung bulan depan di Riyadh, Arab Saudi.
Tahun lalu Sabalenka datang ke WTA Finals sebagai petenis peringkat satu dunia dengan keunggulan 630 poin atas Swiatek.
Petenis putri asal Belarusia itu bisa saja mengamankan posisi puncak di akhir tahun dengan mencapai final dengan dua kemenangan di babak penyisihan grup.
Namun, Swiatek mengalahkannya di posisi tersebut dan memenangi gelar WTA Finals pertamanya dengan rekor tak terkalahkan 5-0-termasuk kemenangan di semifinal melawan Sabalenka.
Tahun ini keunggulan Sabalenka lebih besar setelah memenangi dua gelar grand slam lapangan keras. Dia akan datang ke Riyadh dengan keunggulan 1.046 poin atas Swiatek.
Sekaligus membuat Swiatek harus bisa mempertahankan gelarnya untuk bisa kembali ke posisi teratas akhir tahun ini.
Pasalnya, gelar tersebut juga belum cukup bagi Swiatek untuk kembali ke puncak jika Sabalenka meraih kemenangan 3-0 di babak penyisihan turnamen.
Bahkan jika Sabalenka hanya memenangi satu atau dua pertandingan sistem kompetisi round robin, ia akan tetap dijamin menjadi petenis peringkat satu dunia jika mencapai final.
Namun, jika Swiatek gagal di babak penyisihan grup, Sabalenka tidak perlu mencapai babak semifinal untuk memastikan tempat di puncak peringkat WTA.
Jika Swiatek kalah dalam satu pertandingan fase gugur, Sabalenka hanya perlu menang dua kali untuk mengakhiri tahun 2024 sebagai peringkat satu dunia.
Sementara jika Swiatek kalah dalam dua pertandingan fase gugur, Sabalenka bisa memastikan peringkat satu dunia hanya dengan satu kemenangan.