Atlet Kembar Papua Sumbang Emas dan Perunggu di Panjat Tebing PON XXI 2024

AKURAT.CO Tim Panjat Tebing Papua berhasil menyumbangkan medali emas dan perunggu di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 dari nomor combined putra perorangan.
Bertanding di Arena Panjat Tebing, Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Sabtu (7/9/2024), dua medali tersebut disumbangkan oleh atlet kembar, Ravianto Ramadhan dan Raviandi Ramadhan.
Ravianto keluar sebagai yang terbaik dengan mencatatkan total 153,8 poin, yang terbagi menjadi 99,8 poin untuk boulder dan 54 poin untuk lead, berhasil merebut medali emas untuk Papua.
Baca Juga: Cara Dinar Candy Bagi Waktu Kuliah dengan Kerja
Kemenangan ini merupakan hasil dari persiapan panjang Ravianto sejak empat tahun lalu, setelah sebelumnya meraih medali perunggu di PON Papua.
"Perasaan saya sangat senang, kami sudah mempersiapkan ini sejak empat tahun lalu dan kami memang menargetkan hasil yang lebih baik di PON 2024," ungkap Ravianto.
Sementara itu, sang adik, Raviandi, harus puas dengan medali perunggu setelah mengumpulkan total 138,2 poin (84,2 poin dari boulder dan 54 poin dari lead).
Ia hanya terpaut 6,6 poin dari wakil Jawa Timur, Putra Tri Ramadhani, yang berhak atas medali perak dengan total 144,8 poin (99,8 poin boulder dan 45 poin lead).
Baca Juga: Dilecehkan Oknum Kades, Aparatur Desa di Lahat Sumatera Selatan Unjuk Rasa
Medali perak ini menjadi spesial bagi Putra Tri, karena ini adalah debutnya di ajang PON. Ia mengaku tidak menyangka bisa naik podium dan meraih medali pada PON pertamanya.
"Tentu saya sangat senang bisa mendapatkan medali perak ini. Saya tidak menyangka bisa meraih medali pada debut saya," kata Putra Tri.
Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, menyatakan optimisme atas munculnya juara-juara baru di PON kali ini.
Ia menyebut hal ini memudahkan FPTI untuk memetakan potensi atlet-atlet panjat tebing Indonesia di masa mendatang.
Baca Juga: Lagi Renggang, Dinar Candy Akui Masih Kontak dengan Ayahanda Ko Apex
"Tentu hal ini membuka peluang bagi kami (FPTI) untuk semakin bisa memetakan atlet-atlet potensial yang akan mendapatkan perhatian khusus ke depan," tutup Yenny.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










