Akurat

Paralimpiade 2024: Perubahan Angin Jadi Tantangan Tim Parapanahan Indonesia

Leo Farhan | 25 Agustus 2024, 15:01 WIB
Paralimpiade 2024: Perubahan Angin Jadi Tantangan Tim Parapanahan Indonesia
 
AKURAT.CO Tim parapanahan menjadi salah satu cabor yang sudah lebih dulu tiba di Prancis untuk persiapan melakoni gelaran Paralimliade Paris 2024.
 
Keputusan datang lebih dulu untuk aklimatisasi ternyata tepat.
 
Perubahan kecepatan angin yang terjadi di Paris menjadi tantangan berat bagi Ken Swagumilang dan kolega.
 
Adaptasi lebih awal ini merupakan pilihan yang telat, terutama untuk cabor panahan yang sangat berpengaruh dengan kecepatan angin saat pertandingan.
 
 
"Latihan kita lebih banyak di penguasaan kondisi dan lingkungan seperti cerah, mendung dan angin," kata atlet parapanahan Indonesia, Ken Swagumilang, dalam keterangan resminya.
 
"Angin hari ini luar biasa kencangnya, tidak tahu kenapa kencang banget dari pagi. Selama di sini belum pernah berlatih dalam kondisi angin sekencang hari ini, tingkat kesulitan lebih tinggi, cukup sulit dan menantang."
 
Parapanahan menjadi satu dari dua cabang olahaga yang diberangkatkan lebih awal ke Paris.
 
Lima atlet para panahan dan empat atlet boccia sudah bertolak dari Indonesia pada 5 Agustus 2024 lalu untuk adaptasi lebih awal.
 
Walau mengakui masih menjalani adaptasi, Ken memastikan dirinya siap tampil dengan kondisi cuaca dan angin yang kerap berubah-ubah ini.
 
 
Menurutnya, siapapun berpeluang merebut medali emas.
 
Arah angin menjadi salah satu faktor penentu, dan siapa yang siap dengan perubahan cuaca itu, dia yang berpeluang besar mengamankan gelar juara.
 
"Di parapanahan itu random, tidak ada juara bertahan yang di atas terus. Ini menyulitkan tetapi kalau saya kena angin, semua kena angin juga," terang Ken.
 
"Sekarang sudah mendekati skor sempurna di mix compound dan individual. Beberapa orang sudah mendekati skor juga, tetapi panahan ini tidak bisa ditebak."
 
Sementara itu, pelatih kepala parapanahan Indonesia, Idya Putra Harjianto, menyebut, masa adaptasi sejak 7 Agustus lalu berjalan sesuai harapan.
 
 
Lima atlet parapanahan sudah melewati cuaca, dari yang terdingin 12 derajat sampai yang terpanas 37 derajat Celcius saat menjalani aklimatisasi di Prancis.
 
"Kita hanya melatih menghafal tekanan angin seberapa kencang dan seberapa mengubah arah bidikan, agar saat hari H Insya Allah tidak ada halangan," jelas Idya Putra.
 
Parapanahan Indonesia akan memanfaatkan hari-hari akhir menuju pertandingan untuk mempelajari lagi angin kencang Paris yang kerap mendadak datang.
 
Namun, Ken Swagumilang dan kolega hanya didorong untuk mencapai skor satu sesi agar peak performance sesuai rencana, agar bisa mengamankan tiket semifinal sebagaimana yang ditargetkan.
 
"Karena, biar bagaimanapun kita sudah sampai di sini dengan kekuatan lima atlet, paling tidak ada yang ke semifinal. Untuk pesaing terberat dari India dan China," ungkap Idya Putra.
 
Pada Paralimpiade 2024, cabang olahraga parapanahan akan terpusat di Les Invalides, Paris, yang akan berlangsung mulai 29 Agustus sampai 5 September 2024.
 
Selain Ken Swagumilang, tim parapanahan Indonesia juga akan diperkuat oleh Kholidim, Setiawan, Teodora Audi Ferelly Ayudia dan Wahyu Retno Wulandari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
W
Editor
Wahyu SK